Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Januari, 2011

Kesombongannya

Sudah saya coba untuk tidak suudzon padanya.
Tapi dia makin menjadi – jadi.
Saya akui,di cantik.
Tapi dia sok cantik.(ih! males banget deh)
Saya akui dia pintar.
Tapi,kebanyakan omong.(apaan sih!)
Saya akui,dia memang hebat.
Tapi dia malah sombong.(gak banget lah yaw,please deh)

Apalagi,setelah dia mendapat Ranking di kelas.
Makin menjadi – jadi saja Kesombongannya itu.
Saya semakin tak suka padanya.
Semakin ingin menelannya.(membayangkan dia sebuah lapis legit)
Semakin ingin menyadarkannya,bahwa dia begitu arogan.

Saya tak suka orang – orang sombong.
Tapi kenapa saya bisa hidup diantara mereka – mereka ini.
Saya pun,terus mencoba untuk tak mempedulikannya.
Tapi tak bisa.
Dia makin membuat saya jengkel.
Ya,ada beberapa orang yang membencinya.
Ada juga yang peduli padanya.
Saya saja bingung,mau pilih yang mana.(akhirnya ikut yang Kontra juga)

Yang saya harapkan.
Dia bisa berubah,selayaknya gadis yang sederhana.
Dia cantik,pintar,dan manis.
Jika dibarengi dengan kesederhanaan.
Saya pun pasti ingin jadi temannya,bahkan sahabatnya.
Berteman dengan orang sederhana sangatlah menyenangkan.
Karena kita pun akan turut serta dalam kesederhanaan itu.

Saya juga bahagia,mendapatkan orang – orang sederhana di sekolah yang kini jadi almamater saya.
Walaupun masih aja ada yang sombong,seperti yang di atas.
Ya Allah,berilah hidayah,pada mereka yang sombong.Amin

–Al Mahabbah Fillah

Iklan

Read Full Post »

I’m alone and just siting on the bench.
Kesepian,tentu gak enak,mungkin orang lain berpikir,kenapa aku ini sering membuat tulisan yang ber-aura kan kesendirian.
Bukannya aku selalu sendirian.Tapi,aku kesepian.
Apaa itu sendirian? apa itu kesepian?
menurutku,itu sangat berbeda.
Sendirian,disaat orang lain tak ada di sampingmu,tak ada orang lain yang bisa kau ajak bicara,bercanda dan tertawa,meskipun orang itu selali membuat sakit hati dan membenci,tapi,jika dia ada,jika dia disamping kita.Kita tidak sendirian.Sendirian mungkin tak menyenangkan.karena “Manusia adalah Zoon Politicon”(Aristoteles) bukan?.
Yang paling tidak menyenangkan adalah Kesepian.Mari bayangkan kita ada ditempat yang bernuansa abu-abu.Dan tak ada seorangpun.Tak ada satu makhluk pun.Disaat tak ada sama sekali angin yang bisa kita raba bersama,bisa kita rasakan tiap hembusannya.Bayangkan kita ada dalam kesepian yang sangat dalam,maukah? maukah kau kesepian?
Akupun tak mau,kawan.Tapi aku kadang merasakan hal itu.Dan entah,aku menikmatinya.I’m Weirdo.Maybe

–Al Mahabbah Fillah

Read Full Post »

Setetes Saja Re

Re,aku memanggilnya begitu.
Teman yang menyenangkan dan selalu tertawa,tapi kadang aku sering menyiksanya dengan ejekan ala anak SMA.
Dia seperti seorang salesman,di sekolah pun dia berjualan.

Dan pada suatu hari,aku tau mengenai keluarganya,dia menceritakan itu di depan kelas.Cerita tentang ibunya yang meninggal,saat dia kelas 9 SMP.
Itu artinya,sudah setahun ia ditinggal oleh ibunya.Dan yang aku tau,dia tinggal bertiga dirumah sederhananya bersama Ayah,dan kakak perempuannya.Dan dia sering sekali sendirian di rumahnya.Ayahnya bekerja sebagai PNS,dan kakak perempuannya kuliah.
Taukah? aku kadang iba melihatnya,tapi tak aku perlihatkan padanya,aku takut dia tersiggung dan sedih,aku bersikap biasa padanya,dan tetap mengejeknya dengan panggilan “autis!!”.
Suatu hari,dia tampak sakit,aku dan trman ku Inggrid bertanya padanya,”aku pilek”jawab Re.Tapi itu tak seperti yang aku lihat.Dia tampak lesu dan juga tampak menyedihkan.Entah aku jadi teringat akan Ibu ku yang tak akan membiarkan anaknya pergi ke sekolah dengan kondisi seperti Re.Dan aku ingat,Re tak punya Ibu yang bisa merawatnya disaat seperti itu.Dan ditengah pelajaran,akhirnya dia memutuskan untuk pulang.Akupun tak tau kenapa,ada perasaan khawatir dan takut,kalau Re tak bisa merawat dirinya.Aku yakin,dia menyembunyikan sakitnya itu dari Ayahnya.Mungkin Re tak mau Ayahnya khawatir padanya.

Taukah? aku ingin selalu Re tertawa dan tersenyum juga mengeluarkan leluconnya.Aku ingin Re selalu bahagia.Kadang aku memandangnya dengan perasaan sedih,kadang memandangnya dengan wajah gembira.Seakan Re menularkan perasaannya padaku,hingga aku bisa begitu merasakannya.Hinnga aku begitu memahaminya.
Re,bisakah aku buat mu bahagia di tengah keterpurukanmu.Walaupun Setetes Saja Re?

— Al Mahabbah Fillah

Read Full Post »