Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Juni, 2012

Potongan Cerita

–BIDADARI KECIL–
Dia meraba – raba sesuatu. Tangannya yang kecil dan kurus begitu terlihat begitu menyedihkan dimataku

Matanya mengerjap – ngerjap .. seakan ingin melihat benda yang dia sentuh, mencoba menemukan nama yang tepat untuk benda yang dia sentuh dan raba sedari tadi.

“Bintang..” katanya sambil tersenyum manis layaknya bidadari kecil

Aku tersenyum simpul, dan mencoba tidak menitikan airmata untuk saat ini. Dan semoga esok, aku pun tak menangis lagi.

“Kakak..” dia memanggilku, dan mulai berjalan perlahan, agar tidak tersandung mainannya yang tersebar acak – acakan di lantai.

Kedua mata itu. Mata berwarna abu – abu. Ingin rasanya aku menggantinya dengan mata yang lebih baik. Mata yang lebih indah dari kebeningan Berlian sekalipun. Mata yang bisa memperliahatkan akan luasnya dunia, warna – warni pelangi, dan lembutnya embun.

–PESAN KEMATIAN–
Ku temukan secarik kertas di dalam laci yg lapuk.Tulisannya begitu rapi.Garis tegas…
“mungkin raga ku tak kau lihat dalam ruang pandangmu..
nyawa ku melayang mengharap kembali pada raga yg kaku.benar aku lihat kejadian saat psikopat itu membagi tubuhku.mengambil organ ku.hingga tubuhnya bermandikan darah.tetapi senyum licik keluar dari bibirnya yg hitam.mata merahnya terlihat girang seolah puas.

–LORONG GELAP–
Sudut ruangan itu tampak becek.mungkin pipa-pipa itu bocor..entah darimana ada desiran angin menyingkap rambutku.apa itu sapaan hangat dari ‘mereka’.yg kata orang2 berjalan dengan terseret tertelungkup ke tanah.hingga wajah mereka terluka.mata mereka besar.mulut mereka sobek.lidahpun tak ada.setiap sisi telinga seperti di belah dgn paksa.na’as..mereka korban dari para pengejar harta tersembunyi,,,

–TERTINGAL SEPI–
Aku menatapnya sangat lama.tapi,dia hanya terdiam menunduk.entah apa yg dia pikirkan..di sudut mataku bulir air mata tertahan.”aku menunggu”ucapnya.mata tajamnya menatap ku dgn sorot yg tak ku mengerti.”aku menunggu ini sejak lama”ujarnya tegas.sungguh aku tak bisa menahan pedih,dan penderitaan.”aku pamit”ucapnya lagi tanpa senyum.Melangkah dia pergi.biar dedaunan yg gugur mengantarkan kepergian’a

Semuanya hanya potongan cerita yang saya buat semasa SMP dulu.. saya pikir saya tidak bisa berkarya seperti dulu lagi.. *pesimis* butuh dukungan lagi… dulu Kak Aini Kh yang mendukung saya untuk tetap membuat cerita..tapi sekarang entah Kak Aini ada dimana :”(

Iklan

Read Full Post »