Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Juni, 2014

Bidadari Itu..

Kenapa saya mengetik hari ini?
Kebetulan karena efek nonton MV nya A-Pink. Tau kan A-Pink? Itulooh salah satu girlband dari Korea.
Wajah Cantik bak bidadari, itulah keunggulan mereka. Selain itu suara yang mereka miliki juga terbilang merdu.

Ketika saya nonton MV nya, terpikirlah dalam benak saya bidadari-bidadari surga yang lebih cantik bahkan berkali-kali lebih cantik dari pada personil A-Pink tadi πŸ™‚ mungkin seujung kuku-pun, wanita didunia ini masih kalah cantik dengan bidadari surga πŸ™‚
Terkadang saya heran, kenapa ya pria-pria dunia ini lebih tertarik mengejar cinta para gadis dunia yang jelas-jelas wajah cantiknya tidak akan abadi πŸ™‚ sayangnya para gadis dunia ini juga lebih mengidolakan pria dunia yang tidak sempurna seperti Rasulullah. Padahal sosok Rasulullah adalah panutan yang terbaik πŸ™‚

Sering saya terheran-heran dengan pria yang selalu mengharapkan cinta kasih bahkan dari orang yang tak halal baginya. Memaksa untuk menjalin cinta hanya demi sebuah status yang nantinya dipamerkan di profil mukabuku. Daripada mengejar cinta Allah subhanahu wa ta’ala. Cinta yang hakiki. Cinta yang abadi πŸ™‚

Yuk mari para pria, ingatlah bahwa bidadarimu menanti di surga. Kau bisa mendapatkannya tentu dengan beberapa syarat. Jagalah pandanganmu. Jangan terjerumus kepada maksiat yang melenakan.

Yuk mari para gadis, ingatlah bahwa dirimu kelak akan menjadi yang paling cantik diantara bidadari surga. Tapi tentu beberapa syarat harus kau tempuh. Jaga pandanganmu, jangan sampai ikut terjerumus kepada maksiat hanya karena ajakan temanmu.

Membuka mata pada hal baik. Membuka hati siap menyambut kebeningan hidayah.

10360914_660469207373552_4881710291179035407_n

Iklan

Read Full Post »

Ayah memelukku begitu erat. Tubuhnya agak bergetar, menahan tangisannya lagi yang sempat pecah. Aku hanya terdiam, sesekali melirik ayah yang terus menutup wajahnya dengan tangan kiri. Tangan kanan ayah memelukku erat, seakan berkata bahwa aku juga harus kuat, aku harus bersedia ditinggalkan ibu untuk selamanya.

Ibu, sempat kulihat senyumannya tadi subuh. Aku yang bersiap untuk sholat subuh, dan ayah hendak pergi ke masjid terdekat di rumah sakit. Sebelum aku sholat, ibu melirik kearahku dan menatapku seakan berkata agar aku mendekat padanya. Aku yang melihat tanda itu pun mendekati ibu. Dengan tubuhnya yang sudah tidak kuat untuk duduk, ibu berusaha bergerak untuk bisa merangkul tangannya yang kurus ketubuhku. Ibu berhasil memelukku, terasa olehku pelukannya yang begitu hangat, pelukan yang begitu ku rindukan sejak beberapa bulan yang lalu. Aku tersenyum menahan tangis, tangis bahagia karena ibu berhasil memelukku dengan kekuatannya yang terbatas. Ibu mengelus kepalaku yang terbalut mukena dengan lembut.

Setelah aku melaksanakan sholat subuh, aku kembali duduk disamping ibu. Mengaji. Itulah yang selalu ibu inginkan semenjak masuk ke rumah sakit, mendengarkan aku mengaji. Karena ibu sudah tak sanggup untuk membaca lagi karena matanya terlampau buram dan tidak bisa melihat dengan jelas. Aku yang sudah berumur 7 tahun ini selalu siap disamping ibu, memegang Al-Quran dan membacakan ayat-ayat suci didalamnya. Ibu sesekali menitikan air mata ditiap ayat yang aku baca. Aku tau, ibu pasti mengerti arti dari ayat yang aku baca. 5 tahun bekerja di Madinah tentu Ibu mengerti bahasa Arab, ditambah lagi ibu adalah seorang guru bahasa Arab di pesantren. Meski begitu, ibu tetap ada disisiku. Mengajarkan aku banyak hal lewat buku dan cerita yang ibu berikan. Giliranku yang akan memberikan sesuatu yang ibu butuhkan.

Tak lama ayah datang. Membawakan aku makanan untuk sarapanku pagi ini. Setelah itu aku harus bersiap dijemput kakek untuk pergi sekolah. Ku lihat ibu tak hentinya menatapku syahdu sambil terus tersenyum. Aku pun balik tersenyum. Ibu berbalik menatap ayah yang tengah duduk disampingnya, seakan mengisyaratkan sesuatu. Ayah menarik napas panjang dan berat, terus ayah genggam jemari ibu begitu erat. Didekatkannya bibir ayah ditelinga ibu. Aku yang tadinya sarapan di meja kecil pun beranjak untuk duduk disamping ayah. Ayah membisikan sesuatu ditelinga ibu. Seakan terisak, suara ayah begitu pelan dan terdengar sedih bukan main. Hatiku bergetar, mungkinkah ini saatnya?
Ibu terus menatap ayah, mengedipkan matanya dan menitikkan air mata lagi. Tangan ibu yang ku genggampun mulai dingin. Ayah terdiam, seperti tak merasakan hirupan napas dari hidung ibu. Dengan perasaan sedih dan ekspresi wajah yang begitu kehilangan, ayah menghapus sisa airmata diwajah ibu. Bibir ibu tampak melengkung, ibu tersenyum. Aku diam, menahan airmata agar tidak menyentuh tubuh ibu. Ayah terlihat lebih sedih lagi. Begitu terlihat bahwa ayah ingin sekali menyembunyikan rasa sedihnya dihadapanku. Ayah beranjak dari tempat duduknya dan mulai merangkulku. Tetap, tubuhnya bergetar. Terdengar isakan pelan ayah. Aku yang melihat ibu pergi dihadapanku ditambah mendengar ayah yang terisak kehilangan, akhirnya menangis dipelukan ayah.

Ibu akan segera dimakamkan siang ini. Kakek menahan tangis. Nenek memeluk ayah, memberi kekuatan. Aku mendekati ayah yang mulai berhenti terisak dan mencoba kuat.
Ku tepuk pundak ayah pelan. “Ayah… ibu pernah bilang kalau orang yang saling mencintai akan dipertemukan kelak di surga nanti. Fatimah sayang dan cinta sama ibu. Berarti nanti Fatimah bisa ketemu ibu lagi kan yah?” tanyaku, untuk memastikan apakah ingatanku ini benar.
Ayah terdiam, kemudian menatap penuh haru kearahku lalu tersenyum, “Iya nak. Ayahpun mencintai ibu. Jadi Insyaa Allah. Kita sekeluarga akan dipertemukan di surga kelak.” Ayah merangkulku lagi.
Sejujurnya aku masih belum percaya ibu meninggalkan aku begitu cepat, tapi kakek bilang bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati. Dan nenek bilang padaku, bahwa doa anak yang soleh akan menjadi pahala yang tidak terputus bagi orang yang telah meninggal dunia.

Ketika ibu masih sehat dulu. Ibu selalu menuliskan beberapa hal dibuku harian milik ibu. Itu jugalah yang membuatku ikut menulis di buku harian milikku. Selalu aku tuliskan kebahagiaan ditiap hari yang aku jalani, dan lagi aku menuliskan apa yang akan aku capai dikemudian hari. Itu saran dari ayah, agar aku tak lupa akan cita-citaku. Ku buka lagi lembar-lembar buku harian. Aku baca ulang dan mulai memahami. Dari dulu aku ingin sekali terus bersama ibu. Ibu, haruskah ibu pergi? Meski aku masih ada, haruskah ibu pergi?
Ada ayah disampingku, ibu. Tapi, pasti akan berbeda nantinya jika aku tanpa ibu.

ya_rab_2nsorna____by_madimar-d6pu1y8

Read Full Post »

Ini hari rabu kan ya?
Hari yang melelahkan bagi saya dan kawan PKh-B lainnya.. :”)
Masya Allah.. seakan kesabaran kita di uji.. ingatan kita di uji..

“Apa sih din yang membuat kalian kelelahan di Rabu ini?” tanya relung hati *haalaah~*
Ada sidang KTI Bahasa Indonesia. Itu yang memberatkan kami PKh-B.. tugas akhir yang membuat kami tidak bisa pulang kampung lebih cepat. Sebenarnya sidangnya begitu sederhana. Tapi tetap kami merasakan khawatir. Apalagi dosen kami begitu tegas. πŸ™‚ *hulalaa~*

Sesudah maghrib saja saya baru sampai kosan :”D saking lamanya nunggu semua itu berakhiirrrrrr GYAAA!
Tapi Alhamdulillah, semua berjalan dengan lancar :”3

Malam ini saya juga kembali membuka social media mukabuku. Dan melihat salah satu postingan ini >>>>>>

# Ketika Hatimu Sedang Gelisah #

Kalau hatimu tengah gelisah, ingatlah lima hal : 1. Nikmat Allah atasmu 2. Siapa yang menghalangi nikmat yang telah ditetapkan bagimu (Jawabannya, tentu tidak ada -pent) 3. Setiap orang juga pernah mengalami kegelisahan 4. Allah lebih sayang kepadamu dari ibumu sendiri dan, 5. Berprasangka baiklah kepada Allah dan tetaplah berada dalam ketaatan kepada-Nya.

@Dr_Alsadhan Syaikh Abdul β€˜Aziz bin Muhammad As Sadhan, salah seorang murid Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz, Doktor dalam ilmu Ushuluddin Universitas Al Imam. Biografi selengkapnya klik di sini. 176
http://twitulama.com/post/16392697657/kalau-hatimu-tengah-gelisah-ingatlah-lima-hal

Waaaah! bener banget tuuuh! :”)
emang gelisah banget pagi tadi itu…
dan lagi, Eel teman saya sempat nyeletuk, “apalagi sidang nanti di akhirat.” katanya mengomentari ke khawatiran kami PKh-B saat itu.

Iya ya.. sidang seperti ini saja sudah deg-degan, padahal kami perkelompok gitu masuk di kelasnya. Nah! nanti, sidang di akhirat kelak. Kita akan di sidang sendirian. Bahkan seluruh tubuh ini ditanya atas apa yang telah dilakukan selama di dunia. WAH!. Kita tak bisa memungkiri cacatan amal yang di catat dengan rapi oleh para malaikat.

Di Rabu yang I(nda)h ini. Bisa diambil beberapa pelajaran dan hikmah :”) *hiks*

Read Full Post »

Syalalaaa~

Ceritanya lagi nyanyi πŸ˜€ hahahaa~

Saya lagi suka sama Mayday(band), awalnya saya kira mereka orang jepang (karena waktu itu lihat mereka duet dengan Flumpool._.) dan ternyata mereka orang Taiwan! wow πŸ˜€ saya cari lah salah satu lagu mereka, ternyata enak bangeeettt :”D catchy~ πŸ˜€ dan lagu ini yang paling saya suka :

Huuuwwaaaa serasa mau nangis gitu denger lagunya, sambil baca english sub nya :”D

Dan memang saya suka sekali Flumpool. Waktu itu Fachin (sahabat akrab saya) yang merekomendasikan band asal Jepang ini. Lagu yang waktu itu Fachin kasih tau adalah Zanzou. Dulu sih dia suka banget sama Flumpool (saya aja sampai terpengaruh XD ). Sekarang ini dia suka sama lagu-lagu yang genre musiknya agak “keras” kayak Linkin Park gituuu~ πŸ˜€
ini buktinya :

saya siih tetap suka Flumpool X”3 ufuuuu~

Read Full Post »