Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Desember, 2014

Potongan Kue Lain

Sepotong kue
Utuh
Berhiaskan krim vanilla
Buah cherry duduk manis dipuncaknya
Terlihat menarik dimata
Terasa legit ketika dicicipi
Sayangnya aku hanya potongan kue lain
Yang bisa menatapnya dari kejauhan
Ia bertanya padaku
“kapan kau dibuat?”
Aku jawab dengan singkat
“kemarin”
Ia tersenyum
“Aku baru saja selesai beberapa menit yang lalu”
Ya, tentu saja aku tau
Bagaimana Patisserie dengan hati-hati
Perlahan
Menaruhnya didalam etalase kaca
“Kau beruntung”
itu yang aku ucapkan padanya
Potongan kue itu membalas dengan senyumannya
Senyuman semanis gula yang ditakar Patisserie
“kau juga beruntung”
ucapnya
Aku menunduk
Aku menangis
Apa yang harus kubanggakan?
pikirku
Aku
Hanya gulungan kue
Jarang dilirik
Dan hanya laku dilain hari
Apa yang harus aku banggakan?
Dibandingkan kue lain
Yang terpajang rapi
Menarik
dan
Lebih menggiurkan
“Kau beruntung”
ucapnya lagi
“Kau kue yang beruntung”
terus ia ucapkan
sampai akhirnya
aku menengadahkan kepalaku
“Terkadang sebuah kue,
merasa khawatir.”
katanya kepadaku
dengan senyum yang sama
“Khawatir bila orang-orang,
tak memandanginya.
Tak membelinya,
Tak ingin memakannya
sama sekali.”
Aku terdiam
karena aku
merasakan kekhawatiran itu
“Aku merasakannya juga.”
akunya
Aku tertohok
“Kawanku
baru saja selesai dihias.
Ia sudah terjual.
Anak yang memakannya,
begitu riang gembira.”
Matanya berubah sayu,
aku melihat ekspresinya
yang sedih
“Namun…
kesabaran itu penting
bagi kita.
Kita yang memiliki
sebuah tugas.
Membuat perut orang-orang,
menjadi terisi.
Membingkai senyuman mereka,
yang mencicipi kita.
Tugas yang berat.
Sedang kita,
tidak begitu menyadari,
bagaimana proses awal
kita dibuat.
Kita diberi tugas.
Kita langsung begitu saja,
diberi tugas berat.”
Aku mengangguk perlahan
Aku tak tau,
bagaimana aku dibuat
Aku menyadari diriku,
seutuhnya
ketika berada disini,
dilemari paling tertutup
disisi ruangan
“Tau kah kau?”
tanyanya padaku
Aku kembali menatapnya
Menatap kedua mata
yang nampak sedih itu
“Aku merasa kaulah
yang paling beruntung
dibandingkan aku.”
Aku terdiam
Menunggu kata-kata
yang ia tahan selanjutnya
“Kau bisa bertahan
dalam 3 hari.
Sedangkan aku,
jika malam telah tiba
dan aku masih sendiri
tersisa
Aku hanya menjadi
pengisi tong sampah
atau mulut-mulut
yang tidak puas
karena tak ada
yang menginginkan
kue sisa.”
Aku dibuat terdiam
olehnya
yang nampak lebih berkilauan
dibandingkan aku
“Ya, mungkin aku.
Memang tak bisa bersabar
lebih lama lagi.
Aku tak bisa
meminta diriku
untuk dibuat kembali
menjadi kue gulung
seperti dirimu.”
Kata-katanya tercekat
Terdengar olehku
suaranya yang tertahan
“Maaf.”
ucapku perlahan
“Ternyata,
kata-katamu
menjadi pemicu untukku.
Agar lebih tampil manis
dan menarik
dibalik lemari
yang tebal ini.”
Dia tersenyum simpul
“Tadi,
kau seperti memujiku
dan merendahkan
dirimu sendiri.”
Ia membuka matanya
lebih lebar
“Kini, izinkan aku
untuk mengatakan
apa yang aku kagumi darimu
sebelum pria
berkacamata itu
membelimu.”
Ia terdiam
Menyiapkan pendengarannya
Karena jarak kita terlalu jauh
“Kau muncul dari dapur
berkilauan
diterpa cahaya lampu.
Aku menatapmu kagum.
Anak yang baru saja
membeli temanmu.
Ia telah memilihmu
pada awalnya.
Namun, Patisserie
mengambil kawanmu
yang berdekatan
dengan kaca pembuka etalase.”
Ia terkaget-kaget.
Ia tak menyadarinya.
“Pria berkacamata itu
menunjukmu.
Aku yakin ia
akan memberikanmu
kepada orang
yang ia kasihi
yang ia cintai.”
Ia menatap pria
yang juga menatapnya
sambil tersenyum.

Aku melihatnya
dibungkus
rapi.
Jika ia tersenggol
ia tak akan terluka
didalamnya
Ya, aku harus bersabar

Bersabar
untuk menunggu
jamur yang telah tumbuh
menggerogoti tubuhku
seluruhnya
Hingga akhirnya
aku hanya
jadi pengisi
tong sampah
dan
mulut-mulut
makhluk bawah

Aku tidak bertahan lama disini.
Hanya dua hari.
Beberapa jam lagi
mataku akan tertutup
jamur yang terus merambat
Tak ada yang bisa menolongku
Karena aku
hanya kue gulung
Yang tidak bisa
menjalankan tugasnya

Aku melirik ke arah etalase
Melihat kue
yang bersikap manis
agar terlihat menarik
Sedangkan mataku
perlahan mulai tertutup jamur
Aku
Aku tak akan pernah
sampai ke mulut orang lain

Ya
Aku hanya
Kue Gulung saja

tumblr_lem13uQUJ61qz7ayqo1_500

tumblr_lqulh6Xid21qdrwn6o1_500

tumblr_mt58nsSxos1qgak8zo1_500

——————————————————-
KERJAIN TUGAS KALI DIN! X”D
Ditengah UAS,
mikirin kue-kue
:”>
cekacekaaaa~

Read Full Post »

Keren Dimataku

Baru saja saya selesai menonton film yang saya cari selama ini :”D
Yup, film tentang Patisserie atau seorang pembuat kue ala prancis sana. Dari dulu ingin sekali nonton film tentang masak-memasak. Karena mengingatkan saya pada harapan saya yang dulu bahwa saya ingin sekali menjadi seorang Chef. *hah* Masih saja mimpi itu saya miliki bahkan sampai sekarang. Meski kesempatan terbesar saya saat ini adalah menjadi seorang guru SLB. Yang juga menjadi impian saya. Begitu banyak harapan dan impian yang saya miliki setelah saya sadari. Harus ada penyadaran dulu kepada saya yang seperti ini adanya.

Okee kembali lagi kepada film yang baru saja saya tonton. Judulnya Patisserie Coin de Rue. Awalnya seseorang bernama Natsume mencari seseorang yang sudah lama tidak pulang ke kampung halamannya Kagoshima. Akhirnya ia menemukan toko kue tempat Umi (pria yang Natsume cari) bekerja, Coin de Rue namanya. Yup, ditoko itulah langkah awal Natsume membangun mimpinya menjadi seorang Patisserie. Pengalaman Natsume dalam membuat kue hanyalah ketika ia berada di Kagoshima dan membantu ayahnya di toko kue milik keluarga. Begitu banyak komentar miring yang ia dapatkan dari pelanggan setia Coin de Rue. Termasuk seorang Patisserie yang melegenda, Tomura. Pada akhirnya ada suatu kejadian yang membuat Tomura harus bangkit dari keterpurukannya. Bersama dengan Natsume dan Mariko(salah satu chef di Coin de Rue yang agak jutek), mereka bekerjasama dalam menyukseskan Banquet(penjamuan). Alhasil Natsume menjadi terpacu untuk keliling dunia menjadi Patisserie.

Patisserie Coin de Rue

Karena saya sekedar nonton di youtube. 1 jam 55 menit 29 detik saya harus bertarung dengan koneksi yang naik turun. Bertahan ketika kualitas gambar menjadi 144p yang burem banget, untunglah subtitlenya masih kebaca dan ngga ikut-ikutan ngeblur. :”3

Lagi, saya kagum banget waktu melihat para Chef didapur sibuk bikin kue. Pasti wanginya luarbiasa deh :”) Ketika melihat Natsume serius banget bikin kue, saya membayangkan sayalah yang berada diposisi dia saat itu. Memegang whisk. Memutarnya. Mencicipi kue buatan sendiri. Haaaaaaa pemandangan yang saya rasa tak akan pernah saya lihat pada diri saya sendiri -_-

Jadi ingat, saya waktu itu ke Toko Kue Donat disalah satu Mall. Masya Allah, wangi terhirup dari dapurnya yang memang terbuka. Para Chef muda sedang membuat donat yang memang terlihat oleh para pelanggannya. sempat saya foto sih sedikit dapurnya dari balik tirai ._.’
Jpeg
maaf karena saya ngambilnya candid -_____-

Dan lagiiii >>
1425162187810y18 hdjakhj

Haaaaa adindaaaa… masih ada tooooh harapan itu tersimpan dalam dirimuuuuuu D”X
2 tahun sudah terhitung sejak 2012 saya mempostingnya :”) yupyuuppppp~ 2014 hampir berakhir dan itu belum tercapai :”) suatu hari mungkin… suatu hari yang tidak pasti :”D

Merci beaucoup, Patisserie Coin du Rue… telah membuat saya bahagia meski nonton filmnya saja huuwweee :”3

Read Full Post »

ドラマにー

Outstanding drama’s plot yang saya tonton kemarin :”D

NazoNoTenkosei

Drama yang satu ini Berjudul “Nazo no Tenkousei” atau diterjemahkan menjadi “Mysterious Transfer Student”. Drama ini terbilang baru karena rilis di tahun 2014. Episode completed on June 2014 if I’m not wrong 🙂 Kalau saya deteksi sendiri, genre film satu ini adalah SF atau biasa disebut Science Fiction.

Kenapa tiba-tiba saya menemukan drama ini?
Awalnya saya lagi buka-buka situs download drama. Akhirnya sebuah cover drama yang terlihat berbeda memunculkan rasa penasaran saya. Ditambah lagi judulnya yang memang misterius. Awalnya saya kira drama Nazo no Tenkousei ini adalah drama misteri atau tergolong thriller. Yang ada pembunuhan dan lainnya. Ternyata setelah menonton 2 episode awal terbukalah mata saya ini, menyadari bahwa ini drama Sci-Fi~ *whohooo makin suka sama genre yang satu inii~*

Saya sampai tertawa-tawa melihat tingkah Kanata Hongo yang aneh banget ditambah lagi kemunculannya yang berwujud unik. Tubuhnya diselimuti entah apa itu yang berwarna putih. Saya belum menemukan jawabannya kenapa bisa begitu selama berpindah melalui dunia paralel *lihat episode 2*. Baru dibeberapa episode terakhir saya menyadari bahwa dia robot humanoid *wow*.

Drama ini diadaptasi dari sebuah novel yang judulnya sama *beruntung banget itu novelis yaa*. Mungkin drama yang satu ini jauh banget dari genre komedi. Tapi adaa sajaa yang bisa bikin saya tertawa. :”)) 12 episode sudah cukup untuk saya merasakan campur aduknya perasaan huweee~ D”X

Opening dan Closing lagunya juga luar biasa sekali :”3 lagu Opening dinyanyikan oleh pemeran utama wanitanya loooh~ Closingnya luar bisaaaa!!!! heuh! selain itu di episode 10 dan saat saat akhir dari episode 12 akan muncul lagu yang bikin tenang(?). Judulnya Kaze ga Fuiteru oleh Hec dan Pascal >> ヘクとパスカル “風が吹いてる”. Dari situ sadar kalau gelembung sabun itu indah banget kalau terbangnya slow motion~.__.

Saya dibuat bingung juga sama akhir ceritanya. Apakah Sad Ending atau Happy Ending? Karena keduanya begitu kentara. YANG PASTI! Drama ini recommended banget! buat yang suka genre Sci-Fi ataupun Kanata Hongo(?)

Drama yang berhasil buat saya terharu :”3
Jadi terisnpirasi buat cerpen yang genrenya Sci-Fi. Kalau ngga salah dulu saya pernah nyoba nulis dan malah jadi gaje banget :’v

Read Full Post »

This Day Huh?

Kaget. Tiba-tiba ada yang teriak dari balik pintu kamar kosan saya, “Teh Adindaaaa, numpang yaaaa!” Dan itu kenceng banget-_- sampai-sampai saya heran dan bilang, “numpang dimana?” dari dalam kamar. Pas keluar ada penghuni kamar bawah yang bawa laptop ke depan kamar saya, dia berdiri di depan jendela kamar dan bilang, “mau numpang dulu disini ya.” Akhirnya saya ngangguk-ngangguk dan berujar dalam hati, “hoooo numpang wifi-an toooh~”. “Sini kedalam aja.” tawar saya kepadanya. Masih memeluk laptop hitamnya ia menolak. Yaaaa~ berasa jadi pemilik Wifi :v

BTW, saya lagi ngecek akun fb saya yang dulu… nemu-nemu status unik :”D

2013
jika saya tidak bisa menulis.. bahkan judul pun saya tak bisa pikirkan:(

2013
jika saya tidak menikmati nya.. maka saya tidak bisa menghasilkan apa pun :”)

2012
seseorang : Gan, ini maksudnya apa gan? | aku : ha? *ngeliatin sosok yang ada digambar* | seseorang : cacing kremi kali ya~ kkk~ | aku : lebih mirip aliennya cacing kremi-_-
[emang bener loh gambarnya gaje-_- bulet melingker udah gitu kepalanya kayak pentol korek, kaki nya kayak ceker ayam yang kena tenung, itu kayaknya termasuk gambar terkutuk]

2012
begitukah cara mu menangis? menutupi wajahmu dan mulai membiarkan tetes airmata membasahi pipimu? tanpa tau kalau aku siap menghapusnya kapan saja..

2011
“kau itu…. suka sama cewek ya?!” teriak lelaki itu, sambil membelalakkan matanya.
“aku ini cewek.. dan gak tertarik menjalin hubungan dengan cewek lagi” jawabku sedikit kesal. Apa -apaan dia menyebutku begitu, tega sekali.
“aku tidak percaya, kau selalu bersama dengan gadis yang kemarin sore itu kan?” lelaki itu terus saja memojokannya.
“kau juga selalu bersama Ayah mu!” teriak gadis itu, sambil melemparkan bukunya.

2011
Jejak

Jam besar berdentang 12kali. Jarum – jarumnya yang tadi berlarian kini menunjukan angka 12. “cih! Sialan tuh senior!”gerutu seorang lelaki sambil terus menyorot dengan senter yang dia bawa. “mana ada tugas Ospek kayak gini. Gue kan ga kuliah di jurusan kuncen.. “lelaki itu terus menggerutu tidak jelas sambil sesekali mengumpat senior yang menyuruhnya berjaga malam di fakultasnya. “EH!!”

2011
hey.. we are different ..
Nikita : ” dikejar”
Gigan : “mengejar”
Nikita : “di puji”
Gigan : “di hujat” wkwkwkwk XD
Nikita : “Di atas gunung”
Gigan : “di bibir tebing”

tapi… Kahlil Gibran berkata….
“Gerangan apa sahabat itu jika kau senantiasa mencarinya,untuk sekadar bersama dalam membunuh waktu! Karena dialah yang bisa mengisi kekuranganmu,bukan mengisi kekosonganmu” ^^

2011
Pudar? Bisakah jadi putih kembali.
Aku bicara bening,kau berpikir keruh.Jangan salah sangka.
tolong,jangan salah sangka

dan lagi… saya baru ingat dulu pernah upload hasil gambar saya waktu masih SMA :”D
183570_1293370631957_924847_n

183570_1293370711959_1831935_n

183570_1293370751960_712499_n

183570_1293370791961_4568691_n

189046_1293374672058_3673773_n

189046_1293374712059_6554069_n

Terinspirasi dari buku yang Bapak saya belikan :”D
Jadi ingat dulu saya pengen banget jadi mangaka atau sekedar penulisnya saja hohoooo :”D

Read Full Post »

Istimewa

Sederhana dan istimewa. Kedua hal yang tidak mungkin dicampur adukan. Namun keduanya menjadi hal yang mungkin bersatu ketika aku bersama dengannya. Hanya berdua menyusuri jalanan yang cukup ramai sore ini.

“Bersyukur sekali pekerjaanku sudah selesai untuk bulan ini. Rasanya otak dipaksa untuk terus cari ide.” curhatnya padaku. Pakaian yang ia pakai begitu sepadan. Tidak timpang dan aneh. Senyumnya terus memesonakan aku. Sekali lagi aku bisa bangga berjalan disampingnya.

“Selamat ya. Semoga karyamu bisa lebih melejit lagi.” ucapku padanya yang terus tersenyum sambil menatapku hangat.

Apakah hanya aku yang merasa bahagia sore ini karena bisa berjalan beriringan dengannya? Ataukah ia juga merasakan hal yang sama denganku? Sama-sama merasakan adanya getaran yang sering muncul ketika kami melangkahkan kaki selaras?

Ia mengangguk. “Tapi… bukan karena beberapa kali cetak ataupun uang yang didapatkan. Aku ingin benar-benar karyaku dibaca oranglain dan diresapi hikmahnya. Agar lelahku juga terbayar semua. Juga sebagai Amal jariyahku nanti jika sudah ada di alam kubur.” curhatnya lagi. Ya, dia yang selalu berusaha berbuat sebaik mungkin yang ia bisa. Aku kagumi ia. Meski ia tak menyadarinya.

“Nah. Sekarang kita makan bersama ya, Dea. Aku yang traktir deh!” ajaknya bersemangat. Aku menggangguk senang. Double eh bukan! Bahkan Berkali lipat kebahagiaan bisa bersamanya lebih lama sore ini. Tak sabar bisa duduk berhadapan dengannya. Momen yang aku tunggu-tunggu sejak lama.

Suasana restoran itu begitu hangat. Lampu gantung berbentuk unik telah dinyalakan hingga membuat suasana makin indah dan serasi. Dinding berwarna krem dengan aksen coklat tua terpampang begitu pas. Dari tempat duduk jajaran paling depan hingga belakang terlihat muda-mudi dan juga keluarganya menikmati makanan yang tersaji dihadapannya. Asri. Apakah kami terlihat seperti sepasang kekasih? Yang hendak makan sore romantis?

“Mau pesan apa Mas?” tanya seorang pelayan padanya yang tengah melihat deretan makanan dan minuman pada buku menu.
“Dea, aku yang pilihkan makanan ya.” tawarnya dengan senyuman yang sama. Aku mengangguk mengiyakan. Sang pelayan mencatat apa yang ia tunjukkan dalam daftar menu. “Tiga ya.” ucapnya. Ha? Tiga?

Pelayan itu mengangguk dan menyebutkan kembali apa yang dipesan olehnya, “Ayam Keju Mayo tiga dan Lemon Morfaitnya 3.” Ia mengangguk. Aku terheran. Tiga?

“Makanan itu kesukaanku loh. Beliau juga suka.” katanya lalu menatapku yang masih terheran. “Ada apa?” tanyanya padaku.

“Tiga? Ada seorang lagi yang kamu undang?” aku berbalik tanya. Ia tersenyum dan merasa bahwa ia lupa memberitahukannya kepadaku.

“Yap, akan ada satu orang lagi yang datang kesini. Undangan istimewaku. Aku akan memperkenalkannya kepadamu juga.” jawabnya santai. Aku terhenyak. Ternyata ini bukan makan-makan sore yang romantis. Aku mengira hanya aku yang jadi udangan teristimewanya. Ah, aku hanya terlalu percaya diri hari ini. Merasa jadi satu-satunya orang dihatinya.

“Siapa undangan istimewamu itu?” tanyaku menyelidik. Ia tersenyum, menatap kedua mataku. Memberi kesan bahwa aku tak perlu banyak tanya dulu.

“Undangan istimewaku adalah seorang wanita istimewa bagiku. Aku mencintainya bahkan sangat mencintainya.” ucapnya ringan. Aku lebih terhenyak. Ada rasa sakit tepat dijantungku yang seakan berhenti sejenak. Jadi… yang ia ingin kenalkan padaku adalah kekasihnya? Dan posisiku sekarang hanya sekedar tamu biasa, kawannya saja?

Kaki-kakiku tak terasa berpijak dilantai restoran. Seakan aku tak bernyawa. Pikiranku mengawang. Seorang wanita istimewa? Yang bahkan ia sangat cintai? Aku tak menyangka bahwa ia memiliki kekasih. Hingga saat ini aku baru tersadar, aku mencintai dan mengagumi seseorang yang sudah memiliki kekasih hati dan wanita itu bukanlah aku.

Aku menatapnya yang kini raut wajahnya berganti sumringah. Pertanda ia begitu menantikan wanita istimewanya itu. Aku hanya bisa menelan ludah. Harus apa aku nanti? Melihat kemesraan mereka berdua dihadapanku yang hanya bisa menelan Ayam bulat-bulat? Haruskah aku pergi atau mungkin pura-pura mati saja? Aku bingung tak karuan. Memikirkan berbagai cara agar tak melihat adegan yang sama sekali tak ingin aku lihat. Aku sangat kebingungan!

“Irham.” panggil seseorang dibalik punggungku. Suara seorang wanita. Aku terpaku. Ia tersenyum pada wanita yang sepertinya juga membalas senyumnya. Ah, ingin rasanya pura-pura pingsan sekarang juga.

“Dea, kenalkan.” ucap Irham. Ia berdiri dan mendekat kearah wanita yang belum sempat kulihat wajahnya. Kulihat sepatunya yang tampak sederhana. Aku berbalik arah. Bersiap menerima wanita istimewa Irham. Wanita yang sangat ia cintai dan itu bukan aku.

“Kenalkan… ini ibuku.” ucap Irham. Aku terbelalak. Wanita berwajah keibuan ada dihadapanku kini. Mata sayu dan senyuman dengan lekukan yang sama seperti senyuman Irham. Lebih konyolnya lagi aku hanya terdiam sedang Sang Ibu terus menatapku dengan hangat.

“Oh.. iya… Saya Dea Adila bu.” sapaku kemudian menyalami tangannya. Begitu lembut seperti sedang menyalami ibuku sendiri.

“Ternyata Dea ini aslinya lebih cantik ya. Pantas saja Irham sering cerita tentang Dea pada ibu.” Ibu melirik Irham yang tersenyum kaku. Ia terlihat malu dan canggung. Aku hanya bisa balas tersenyum tipis dan masih dalam keadaan yang kaget.

“Pesanan anda.” pelayan yang sebelumnya mencatat kini membawa makanan kehadapan kami tapi tunggu dulu. Ini bukanlah Ayam Keju Mayo, tetapi makanan yang lebih mewah dari itu. Aku terpana sampai lupa bahwa Irham membuka sebuah kotak cincin dihadapanku.

“Dea, dihadapan ibuku. Aku ingin melamarmu. Bukan sebagai pacar tetapi kekasih seumur hidup.” ucapnya perlahan. Cincin didalam kotak berwarna merah gelap itu berkilauan terkena terpaan cahaya lampu. Aku hanya bisa menatap Irham. Tidak menyangka. Apa aku pingsan saja sekarang juga?

———————————————————-
Yaelah din :v
Rencananya ngga bikin akhir kayak begitu… kenapa jadi kesono ya? :”v
Ada ada saja dirimuuu~
Tanpa ada tema. Ini hasil paksaan otak lagi :”)
Semoga bukan jadi sampah postingan yaak :”D
Nama… lagi-lagi persoalan nama…
Nama Dea dalam cerita tersebut saya ambil dari nama teman saya di kampus. Cantik banget looh orangnya X”D karena karakter Dea disini juga saya gambarkan cantik maka saya pilihlah nama Dea sebagai kandidat yang unggul.
Untuk Irham sendiri saya random banget. Kebingungan nama siapa yang cocok. Tadinya mau Nanda karena itu nicknamenya Kakak saya. Tapi… udah bosen pakai nama dia mulu :”v *eeeh. Nah, ketika saya buka mukabuku terlihatlah ada nama Irham di samping kanan layar komputer saya. Akhirnya dialah yang beruntung saya cantumkan namanya :v *meski saya ngga tau dia itu siapa :v*

Read Full Post »

20tehaen

Tadi pagi saya bersama ibu tercintah pergi ke toko buku yang bisa dibilang lumayan besar di kota Bandung. Ada satu buku yang saya incar baru-baru ini. Buku motivasi yang pasti. Buku yang ditulis oleh orang Indonesia yang menempuh pendidikan nun jauh di negeri sakura sana. Terbayanglah oleh saya asiknya membaca buku yang satu itu. Namun sangat disayangkan, saya tidak menemukan buku yang saya incar. Sedih. Pasti. Langsung ngga bersemangat lihat deretan buku lain yang berjejer rapi di rak. Bisa dibilang, saya yang sekarang ini kurang suka novel fiksi apalagi komik. Pertanda butuh sesuatu yang lebih segar daripada kedua buku begitu. Heheheee. Akhirnya dengan langkah lunglai saya dan ibu pergi meninggalkan toko buku besar itu.

Eiitttss… perjuangan pencarian buku saya belum berakhir. Diseberang toko buku yang tadi saya kunjungi ada sebuah Mall yang cukup besar, disana juga ada toko buku yang berbeda. Lagi-lagi saya tidak tertarik dengan apapun kecuali toko buku yang terletak di lantai pertengahan Mall. Setelah sampai disana, saya carilah kembali. Walhasil, lagi dan lagi saya tidak menemukan buku incaran saya. KECEWA BERAT! D”X

Meski begitu, saya menemukan buku lain yang sudah berbulan-bulan saya ingin baca. Yup, 3 buku saya beli di toko buku Mall. Mudah-mudahan bermanfaat.

Kecewa banget deh ngga nemu buku yang dicari D”: sampai-sampai sepanjang jalan saya ngoceh pada Ibu. Mungkin Ibu juga bosan mendengar anaknya meracau, “Harus nyari dimana lagi buku itu yaa..”

Saya terinspirasi dengan kata-kata seseorang. Ya… seseorang yang membuat mata saya terbuka lebih lebar bahwa, “Setiap penulis harus menyadari apakah tulisan yang ia buat memiliki kebermanfaatan atau tidak? Jangan sampai tulisan yang sudah dibekukan dalam lembaran kertas buku itu hanya menjadi sampah rak-rak di toko buku. Tidak dapat memberi manfaat. Hanya sebagai hiasan semu yang dilirik untuk dibaca namun tak memberikan cahaya ilmu dalam bait-bait kalimatnya.”

Well yeah. Setiap penulis haruslah membuat tulisan yang lebih menggugah pembaca ke arah kanan alias positif. Begitupun saya pembaca jangan sampai tergoda pada buku yang ngga ada manfaatnya sama sekali. Selain menghabiskan waktu menjadi tidak berguna, juga memunculkan berbagai keraguan hidup (LOL). Entah sejak kapan saya lebih suka membaca buku non-fiksi alias buku yang tidak di reka-reka biar menarik. Buku non-fiksi lebih bisa diterima oleh saya sekarang ini. Sekarang ini looh ya, mungkin suatu saat nanti akan berubah juga sense saya hehee.

Aaaaaaa, jadi punya keinginan untuk buat jurnal kecil-kecilan. Non-fiksi. Kejadian yang langsung saya alami tanpa direka juga tanpa pemanis buatan. Setiap kehidupan seseorang bisa diambil pelajaran didalamnya. Setiap perjalanan yang ditempuh pasti memunculkan butir-butir huruf yang kemudian terangkai menjadi cerita dalam detik-detiknya. Can’t wait to write a lot of stories that I would like to share for people and it’ll be reflected as books. *bahasa inggris pas-pasan oyy*

Saya juga lagi kagum niih sama seseorang yang jago banget nulis. Selain itu beliau juga singa podium. hhohoo. Lanjut deh saya baca-baca cerita yang beliau tulis di tumblrnya dan benar saja. KEREN!. Terlihat sekali bahwa beliau banyak membaca buku dalam genre apapun. Saya rasa jika beliau memiliki rumah pastilah ada ruang khusus yang dibuat hanya untuk menyimpan buku, yap! Perpustakaan dirumah pribadi 🙂 Kenapa ya saya bisa kagum? karena saya pernah ketemu orangnya langsung dan memperhatikan bagaimana beliau bertutur kata juga memperhatikan cara beliau menyampaikan maksud atas apa yang beliau inginkan secara terang. Jadi inspirasi buat saya penulis abal-abal yang selalu memaksakan diri untuk menulis ini :”) *hiks

Read Full Post »