Feeds:
Pos
Komentar

Archive for September, 2016

Bismillahirahmanirrahim…

Seorang sahabat meminta saya untuk menceritakan pengalaman 3 hari saya menjadi Rapporteur. Saya rasa saya perlu mengabulkan permintaannya. Karena sahabat saya ini adalah salah satu alasan mengapa saya tetap mengisi wordpress ini.

img-20160924-wa0030

Alhamdulillah, saya diberikan kesempatan oleh Allah ta’ala untuk menjadi bagian dalam kegiatan Governing Board Meeting (GBM) SEAMEO SEN pada 21 hingga 23 September 2016. Saya dan kedua teman saya (Verra dan Dheru) dimandatkan untuk membantu Rapporteur, di bawah bimbingan Ibu Mazmi dan Ibu Moni yang keduanya kami anggap sebagai Ibu kami. Ibu Mazmi dan Ibu Moni keduanya merupakan warga negara Malaysia. Sehingga dalam 5 hari kami bekerja bersama, kami disuguhkan bahasa Malaysia. Unik sekali. Jika tidak mengerti, saya dan kawan berbicara dalam bahasa Inggris.

Apa yang saya rasakan selama jadi Rapporteur?
Saya merasa sangat beruntung dan bahagia. Banyak pengalaman yang dapat saya petik selama berhari-hari berada di sana. Rapporteur bertugas untuk mencatat perjalanan meeting, tentu berbeda dari meeting yang pernah saya hadiri. Di dalam ruangan yang super dingin, hingga mengetik percakapan pun dengan jemari yang terasa kaku hehee πŸ™‚

Uniknya, ketika mengikuti GBM, saya seperti sedang melakukan test listening TOEFL versi Asia Tenggara. Di mana perwakilan setiap negara asia tenggara yang hadir membawa logatnya masing-masing. Itu lhoo, contohnya ketika teman saya Dheru berbicara bahasa Indonesia masih dengan medok jawa mengikuti. Sungguhlah unik πŸ™‚ Saya dan kawan, dituntut untuk bisa memahami sekaligus harus mempertajam pendengaran kami. Tentu, kali pertama bagi saya pribadi disuguhkan percakapan dalam Bahasa Inggris selama beberapa hari berturut-turut. Alhamdulillah, karena sering menonton vlog bule-bule(an) di youtube saya jadi bisa mempertajam pendengaran saya, hehe.

Jika di check di twitter saya ( @adindaqt ), saya sering men-tweet foto di spot yang sama. Di mana saya duduk di tempat itu untuk mencatat jalannya acara. Meski seringkali mengandalkan rekaman dari kedua kawan saya untuk menulis laporan dan mengecek kembali ucapan participants. SEAMEO SEN juga memiliki facebook fanpage, silakan di like SEAMEO SEN.

Selama di sana, saya benar-benar keluar dari zona nyaman. Siap menghadapi tantangan setiap harinya karena menjadi Rapporteur merupakan bagian dari tanggung jawab. Saya berpikir untuk bisa pergi ke suatu tempat lainnya di mana saya bisa belajar lebih. Sebagai penuntut ilmu, rasa malas seringkali muncul. Lingkungan baru atau aktivitas baru bisa jadi menjadi pemicu untuk bisa bersemangat lagi. Baru saja saya membaca artikel Fatwa Ulama tentang Fenomena Lemah dan Lesunya dalam Menimba Ilmu, di semester 7 ini harus lebih bersemangat lagi ya!

Insyaa Allah, aktif di UKM atau di Himpunan akan membawa pada pengalaman dan pelajaran baru. Mungkin lelah akan lebih kentara terasa namun setelah melawati serangkaian nano-nano perasaan, akan bertemulah pada titik di mana kesyukuran muncul, karena pernah menjadi bagian darinya.

Diakhir acara, setelah dinner seorang Bapak dari Brunei Darussalam (yang lebih terlihat seperti Kakek super keren bagi saya) mengucapkan terima kasih, layaknya saya telah melakukan pekerjaan yang luar biasa di beberapa hari terakhir. Saya tersentuh sekali dan hanya bisa tersenyum sambil berucap “thank you for coming here, sir”. Selain itu, saya juga bertemu dengan seorang Bapak, Dr. Jess dari SEAMEO Biotrop yang memiliki program untuk melatih anak autis belajar berkebun. Ketika saya mendengar ide yang dilontarkannya, saya merasa kagum, dan menyadari bahwa ada banyak ide yang muncul untuk membantu anak-anak berkebutuhan khusus untuk dapat mandiri bekerja setelah lulus dari sekolah. Asalkan guru mau mengeksplorasi kemampuan anak didiknya dan berusaha mencari organisasi yang mau mendukung idenya itu. Bapak super keren itu pun berucap “I adore you” kepada saya dan Dheru setelah kami mengatakan bahwa kami adalah mahasiswa Pendidikan Khusus yang merupakan calon guru bagi anak berkebutuhan khusus.

Alhamdulillah, aktivitas selama 5 hari yang di dalam tiga harinya saya banyak belajar ini membawa saya kepada kesyukuran. Allah ta’ala tau yang terbaik bagi makhluk-Nya. So, jangan pernah suudzon pada keputusan Allah yang telah dituliskan untuk kita sebagai makhluk-Nya.
10505345_1464716197111369_7153744117694080340_n

====================================

1:00 pm

Senin, 26 September 2016

Kemarin kembali mendengar suara Inggrid setelah lama tidak berbincang. Kangen sekali. Esok hari akan bertemu dengan Novia. Senangnya :’)

 

Read Full Post »

Bismillah…

“Ketika Bukan Aku yang Terpilih”, terpilih apa atuh, hehe…

Rasanya sudah lama ketika hasil telah diumumkan. Tapi, rasa syukur masihlah tetap ada karena Allah ta’ala telah menuliskan kisah yang indah dalam hidup seorang seperti saya ini. Seperti yang teman dekat saya telah ketahui, bahwa saya ingiiinnnnn sekali pergi ke suatu negara. Negara yang menjadi impian saya sejak dari kecil. Keinginan yang terus meningkat, ikhtiar berusaha dilakukan. Sampailah pada sebuah kesempatan untuk berada satu tahun di negara itu. Tapi, bukanlah saya yang terpilih untuk pergi.

Pergi menikmati langit yang berbeda. Pergi untuk menikmati disiplinnya. Pergi untuk bisa berkenalan dengan kawan dari belahan dunia lain. Pergi untuk suatu alasan agar saya bisa belajar lebih. Sedih? Tentu! Siapa yang tidak? Kecewa? Saya rasa tidak, rasa kecewa tidaklah ada, saya sangat berterima kasih kepada Pak Dosen yang mewawancara saya saat itu. Melalui lisan beliau lah diri ini dikuatkan. Kemudian Allah ta’ala membantu diri ini mengolah hati. Diriku pun ikut senang ketika salah seorang teman terpilih untuk pergi. Seperti rasa senang ketika mengetahui teman SMA saya pergi juga ke negara itu. Alhamdulillah…

Betapa bijaknya bapak saat itu memberi kekuatan, bapak lah orang pertama saya beritahu. Masih terngiang kata-kata bapak ketika berucap “Allah pasti punya pilihan terbaik buat teteh. Selalu husnuzhon pada Allah nak.” kurang lebih begitu, air mata tak terbendung, meski bapak tak melihat saat itu. Sengaja aku sembunyikan. Menangis karena penolakan itu? oh bukan. Menangis karena perkataan bapak, betapa Allah ta’ala teramat baik dengan memberikan banyak kekuatan. Alhamdulillah…

Kemudian sahabat J pun sama, dengan bahasanya yang unik dia berkata bahwa “Insyaa Allah pasti diganti dengan yang lebih baik ya din. Mungkin Allah sayang ama kalian yang cewe kalau harus ke sana tanpa mahrom eheheee,” lucu sekali. Terima kasih J.

Allah ta’ala selalu memberikan rasa tenang. Bahkan ketika scroll facebook. Entah mengapa rasanya ingin sekali berterima kasih pada orang-orang yang berbaik hati membagikan tulisannya, posternya, kata mutiara-nya di facebook. Dari jalan mana pun Allah tetap melindungi hati ini. Dari rasa sedih yang berlebihan. Dari rasa kecewa yang tidak perlu. Karena rasa sayang Allah ta’ala melebihi amarah-Nya.

Di mulai dari sekarang hingga nanti. Jangan lah pernah menyerah. Semoga dunia bukan lah tujuan utama.

Ketika Allah ta’ala belum juka memakbulkan do’a yang selama ini terucap, itu karena Allah menundanya atau akan menggantinya dengan yang lebih baik, Insyaa Allah…

11329945_993162770728802_7617727618851428269_n

Read Full Post »