Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Agustus, 2017

Bismillah…

7 Agustus kemarin, masih kulihat teman-teman satu departemen dengan wajah yang stress dan panik. Karena batas pengumpulan berkas untuk sidang tanggal 16 Agustus dimajukan menjadi tanggal 7.  Aku yang sedang duduk di dekat ruang departemen, memperhatikan wajah mereka satu persatu. Ada yang bahkan tak menyapaku, padahal biasanya ia menyapaku, sambil menjinjing banyak berkas di tas jinjingnya. Temanku yang lain bahkan membawa setumpuk buku yang belum sempat ia fotocopy bagian yang dikutipnya. Semua orang tampak sibuk kecuali aku yang sedang menanti dosen untuk bimbingan saat itu. Aku terlihat santai, iya… santai… bahkan terlampau santai. Karena aku yakin, Allah ta’ala akan mengizinkan aku ikut sidang di bulan Agustus ini. Meski bukan ditanggal 16 Agustus bersama puluhan orang lainnya.

Ah, ya. Mungkin aku akan rindu saat-saat ini. Saat di mana aku menunggu dosen selama tiga jam dan ketika bertemu sang dosen menjawab, “besok saja ya, masih ada kegiatan.” Yang artinya aku menunggu dengan berujung kepada kesia-siaan karena tidak bimbingan. Mungkin juga aku akan kangen ketika dosen berkomentar agak miring pada hasil penelitianku. Ya, itu karena aku kurang memahami. Aku yang salah… padahal banyak referensi sudah dibaca dan mulai dipahami ternyata… pemahaman yang aku tuangkan pun tetaplah salah… MasyaAllah… perjuangan seorang pelajar itu… seperti ini…

Lelah menunggu… lelah dikomentari… lelah dengan revisi… Ah ya Allah.. rasanya ingin sekali berteriak mengeluh sekuat-kuatnya. Sekencang-kencangnya. Memang hanya Allah ta’ala yang paling mengerti kondisi hamba-Nya. Hanya Allah ta’ala yang mampu menerima segala tangis dan keluhan yang senantiasa hadir sambil berdoa mengharap pada-Nya.

Tau kah? Aku pribadi merasa… setiap kali dosen tersenyum ketika bimbingan, saat itulah aku juga turut bahagia. Meski ada coretan, meski ada sedikit kata-kata yang agak nyelekit itu tak mengapa. Karena senyuman itu mendukung diri ini untuk menjadi optimis pula. Jika sang dosen tak tersenyum. Biarlah diri ini yang tersenyum menanggapi. Sudah cukup banyak pula mungkin, pekerjaan yang beliau harus kerjakan, ditambah lagi beban melihat mahasiswanya yang cemberut. Tak enak juga lihat orang lain cemberut, ya?

Aku belajar dari seorang teman yang mungkin dia tak sadari, bahwa senyumnya telah menyelamatkan aku. Saat itu dia menyapaku, dia yang biasanya tidak pernah tersenyum pada siapa pun. Tiba-tiba tersenyum sambil menyapaku. Menanyakan bagaimana  kondisi diriku. Ia tersenyum. MasyaAllah… senyum terindah yang aku dapat lihat pada hari itu. Hingga aku mengucap syukur pada Allah ta’ala telah membuatku bahagia meski sekedar dari senyuman rekah seorang temanku itu… masyaAllah… masyaAllah… hingga saat itu aku ingin juga melakukan hal yang sama pada siapa pun ketika berjumpa… Rasulullah shallallahu alaihi wasalam memang benar, bahwa tersenyum kepada saudaramu adalah sedekah. Aku berbahagia dengan senyuman yang diberikan orang lain padaku.

InsyaAllah, 30 Agustus nanti aku akan di sidang. Sidang pendadaran. Iya, sidang skripsi. Skripsi ku adalah skripsi tertipis, haha… namun, yang aku harapkan, skripsi yang telah aku kerjakan adalah skripsi jujur apa adanya. Bukanlah sebuah manipulasi… Aku yakin, akan banyak komentar bermunculan terkait skripsiku ini… namun, hanya Allah ta’ala yang akan membantuku menjalaninya.

Senyum yang membahagiakan… aku ingin sekali, ketika aku tersenyum, orang lain pun ikut bersama tersenyum bahagia. Aku ingin sekali orang lain juga tersenyum kepada yang lain.

Terkadang hati selalu menduakan Allah ta’ala… padahal kunci kesuksesan bukan berada pada dosen pembimbing, bukan pula nilai yang tertera, bukan pula koneksi teman, bukan pula kepintaran… namun kesuksesan diraih karena Allah ta’ala… Ya… carilah keridhoan Allah din… gapailah… karena cita-cita terbesar seorang muslim adalah melihat wajah Allah ta’ala… melihat wajah penciptanya yang peduli kepadanya dan tak putus memberikan nikmat sampai ia mati. Allah ta’ala yang harus selalu kau ingat din… Allah ta’ala yang harusnya kau cari keridhoan-Nya…

Ya Allah… Ya Rabb… maafkan makhluk-Mu yang selalu lupa. Selalu banyak masalah dan dosa…  Ingatkanlah selalu diri ini Ya Rabb… akan senantiasa bersyukur, bersabar dan sholat…

Temanku yang akan merayakan kebahagiannya esok hari dengan acara wisuda. Semuanya aku harap berbahagia… Alhamdulillah… Allah mencatatkan jalan hidup manusia dengan sebaik-baiknya, sehingga kitalah yang perlu berprasangka baik pada apa yang Allah pilihkan… apa yang telah Allah ta’ala pilih…


3:13 pm
21 Agustus 2017
Di Kossan sendiri untuk terakhir kalinya(?)

Read Full Post »