Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Oktober, 2017

Anak-Anak Dandelion

o-DANDELION-facebook.jpg

Bismillah…

Dulu dari Majalah Bobo saya pernah membaca sebuah cerita yang saya masih ingat bahkan hingga sekarang, yaitu tentang Ibu Dandelion yang melepaskan anak-anaknya untuk pergi mencari tempat tumbuh lain bagi mereka.

Ceritanya sangatlah singkat. Sebuah Dandelion hidup ditengah padang, hendak melepaskan anak-anaknya pergi. Diantara anak-anak tersebut ada yang sangat takut untuk mencoba terbang bersama angin. Anak dandelion ini sangat takut untuk lepas dari ibunya. Hingga sang ibu berkata, sudah tiba saatnya untuk sang anak mencari tempat tumbuh lain baginya, sudah merupakan takdir bagi anak-anak yang siap tumbuh untuk beranjak pergi dari tempat ia tumbuh bersama ibunya. Anak dandelion tersebut meragu, karena ia sama sekali tidak tau, darimana ia bisa tau bahwa tempatnya nanti adalah tempat terbaik baginya untuk tumbuh. Kemudian sang ibu dandelion meyakinkan anaknya tersebut bahwa angin akan terus menemaninya mencari tempat tumbuh yang terbaik baginya. Pada akhirnya, dengan keterpaksaan karena angin berhembus begitu kencang, anak dandelion berat hati terbang menjauh dari ibunya. Perjalanan ia lalui seperti seorang penjelajah, ia bertemu dengan kereta api dan temuan lainnya yang membuat ia tau bahwa dunia ini bukan sebatas tempat ia tumbuh di padang luas. Perjalanan akhir tersebut membuat anak dandelion menyadari, bahwa dandelion pasti akan selalu terbang bersama angin dan menemukan tempatnya tumbuh. Hingga saatnya nanti, anak dandelion beranjak menjadi ibu dandelion, ia pun akan melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan oleh ibunya. Melepaskan anak-anak dandelion untuk kembali mencari tempat tumbuh dan belajar dari perjalanan yang dilaluinya bersama hembusan angin.

Sejak saat saya membaca cerita itu, saya jadi “aware” (ciyyee aware~) jika ada dandelion yang terbang. Saya bantu dengan mengibas-ngibaskannya untuk kembali terbang lebih tinggi, atau sekedar saya tiup agar ia kembali terbang mencari tempat tumbuh terbaik baginya.

Tetapi… hikmah lain yang sebenarnya mengena adalah, bahwa pasti manusia akan melakukan hal yang sama pula. Ia harus pergi dari kenyamanan hidup bersama orang tua. Pergi ke suatu tempat untuk belajar banyak hal dari apa yang ditemuinya… sama seperti anak dandelion yang terbang bersama angin. Anak manusia akan terus melangkah menjauh pergi dari tempat asalnya, berhijrah… berpindah ke tempat lain… Selama perjalanan yang dilalui pasti akan ada halang melintang yang menjadikan itu ujian. Namun… ada Allah ta’ala yang tak pernah tidur mengurusi makhluk-Nya pasti akan membantu langkah itu untuk terus bergerak maju… Allah ta’ala tidak akan pernah membebankan sesuatu melebihi kemampuan hamba-Nya… sebagai seorang makhluk yang lemah kita pula tak bisa mengandalkan kemampuan sendiri…

Diri ini pun merasa masih harus terus ingat untuk mengandalkan ketentuan Allah ta’ala, berdoa dan berikhtiar… agar Allah ta’ala ridho… Siapa sih yang tidak ingin di cintai oleh Allah subhanahu wata’ala?

Suatu hari pun saya akan terbang pergi, ke tempat lain yang akan menjadi tempat tumbuh bagi saya menjadi pribadi yang baru… rasa khawatir? tentu hadir… Namun, saya yakin Allah ta’ala akan menolong saya dalam setiap urusan yang saya lakukan di mana pun  saya berada… InsyaAllah…


3:36 pm
Di asrama seorang teman @ Bandung
Ketika hujan yang turun belum mereda

Read Full Post »