Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Maret, 2018

Jadi… Saya Introvert?

Saya dibuat tertawa dengan sebuah tulisan yang nyatanya “gue banget”. Tulisan itu berisi tentang karakteristik seorang yang introvert, dan saya menjadi berpikir bahwa sebenarnya saya ini memang introvert dan itu bukan merupakan sebuah kesalahan :’)

Ya, saya adalah seorang introvert

Ya, saya adalah seorang introvert

Hari ini saya surfing di internet tentang cerita orang-orang introvert dan ternyata apa yang mereka alami juga pernah saya alami dalam kehidupan. WAW! Suatu hari adik saya pun pernah berkata “dasar introvert” pada saya, saya tertawa super kencang karena apa yang dia sebut memang benar adanya. Adik saya ini memiliki kepribadian yang berbeda jauh dengan saya. Ia cenderung cerewet dan supel, ia seorang ekstrovert. Meski berbeda sangaaaattt jauuuhhh, kami tetap bisa bisa berinteraksi dengan baik. Yaiyalaaah we are family and I’m okay with that LOL! Sedikit bercerita tentang kehidupan saya di rumah. Kalau ibu menyuruh saya ke warung, di siang hari! harus jalan kaki keluar rumah! ditambah lagi harus melewati kumpulan ibu-ibu! maka saya akan teriak memanggil adik saya agar dia yang pergi hahahah~ XD Saya lebih memilih untuk berada di dapur saja, ngulek atau memotong bawang merah (meski akibatnya tangan jadi bau bawang) hahaha~ XD hingga saat ini ibu dan bapak tau bahwa saya adalah anaknya yang tidak mau keluar rumah apalagi ke warung atau sekedar mengirim kiriman makanan untuk tetangga (kecuali saya disuruh keluar dengan adik, maka saya akan mau pergi berdua dengannya, tapi teuteuppp dia yang kudu ngomong saya mah jinjing makanannya aja ahaha XD) Di lingkungan keluarga, bapak saya adalah orang yang paling bisa berinteraksi dengan orang lain, bahkan dengan manner  yang menurut saya luar biasa. Selain didukung oleh suara bapak yang kencang (kalau beliau memanggil saya dari halaman rumah, maka 4 rumah tetangga saya sanggup mendengar teriakan bapak saya itu LOL~ XD), bapak juga punya banyak pengalaman. Saya selalu menganggap bapak adalah contoh teladan yang baik, suatu hari saya juga ingin seperti bapak yang bisa berinteraksi dengan orang lain meski harus mencabut urat malu hihiii.

Most of the time, beberapa orang bilang pada saya “jangan malu, berani…” Dalam hati saya menjawab (ah saya cuma sanggup jawab dalam hati), “lha saya kagak malu, cuma ngerasa ngga penting aja makanya kagak ngomong dan kagak nanggepin-__-” tapi orang lain sering menganggap pendiamnya saya adalah sisi “pemalu” saya. Padahal di waktu-waktu tertentu saya bisa berani berbicara, bercerita banyak hal bahkan mengutarakan pendapat. Sayangnya di waktu tertentu itu, orang yang mengatakan “jangan malu” itu tidak ada. Jadi kalau ada yang bilang begitu, saya diamkan saja. You’ll see someday when I can speak up with my mouth, then you will realize how deep my thoughts are.

Honetsly...

Honestly…

“Keluar coba, jangan didaleeemmm terus meni jiga naon wae,” (ind- keluar coba, jangan di dalem terus kayak apaan aja). Kata itu selalu dilontarkan oleh beberapa orang yang dekat dengan saya, mereka selalu risih kalau saya ada di kamar dan terus berkutat dengan laptop atau goleran sambil baca buku atau nulis atau ngegambar dan semua itu saya lakukan diatas kasur kesayangan saya. Mau gimana lagi, itu udah posisi terwuenak untuk nonton, ngetik, baca dan gambar 😥 Ada sih saatnya saya mau keluar rumah tapi itu juga kalau sudah terlalu suntuk sama kegiatan di dalam rumah yang itu-itu aja. But, keluar rumah pun harus ada tujuannya, entah itu duduk-duduk di depan rumah atau cuma sekedar main sama si menel anak kucing punya bapak saya, secara itu kucing masih belum saya terima sebagai bagian dari keluarga saya kecuali bapak yang memang sayang sama si itu kucing (FYI, menel itu dalam bahasa sunda artinya anak gajah, jadi saya namai dia menel sebagai bentuk sarcasm LOL)

this picture describes my whole life

“Din, kok kamu beda banget sih aslinya sama yang di fesbuk,” beberapa orang juga pernah mengatakan kalimat ini kepada saya. Orang pertama adalah teman SMP saya, dia tau kalau di fesbuk saya yang lama (sekarang udah di deactivated untuk menghilangkan jejak ke-ALAY-an masa labil) saya sering sekali curhat, nulis puisi dan juga bikin cerita pendek. Mungkin dia pula heran ketika saya membalas pesan dari teman-teman saya menggunakan banyak emoticon sehingga dia mengira saya orang yang “asyik” se-asyik emoticon yang saya gunakan. Kalau boleh jujur, bagi teman dekat saya yang merupakan sahabat dekat seperti Inggrid dan Novia (sahabat SMA saya), mereka ini tau banget kalau saya sebenarnya orang yang seru, namun begitulah… saya harus dekat dulu dengan seseorang baru bisa membuka diri tentang saya yang sesungguhnya. I always observe people before interact with them. It usualy takes time for me to open up myself. I don’t want people to think of me as a weirdo, but being like that make them think of me as a weirdo indeed.

966f9379afb2a9167911d8f902d62341--introvert-problems-isfp-problems

I’m not fake

Saya bangga jadi introvert? Lah introvert tuh kepribadian bukan sesuatu pencapaian -__-‘ Saya selalu kagum malah dengan orang ekstrovert, yang bisa menghibur orang-orang dengan caranya sendiri, mereka yang bisa mengumpulkan banyak orang dan tanpa segan berbicara di depan umum. Well… introvert dan anti-sosial itu beda guys. Dan saya akui saya mah ngga mau jadi seseorang yang anti-sosial. Meski suka untuk sendirian, tapi ada saatnya saya butuh orang lain meski cuma duduk disamping saya tanpa bicara sepatah kata pun, cuma duduk. Saya tidak terlalu suka atensi dari orang lain, jadi saya terkesan tidak peduli padahal aslinya saya peka juga sih, in certain time. Saya paling suka menghabiskan waktu menggambar meski itu sampai malam, tapi kalau kebanyakan gambar ya saya lelah juga (rekor terbanyak ketika teman-teman pada wisuda dan saya kudu buat kartu ucapan dalam sehari semalam). Berada dilingkungan yang terlalu banyak orang membuat saya uneasy alias gelisah, ingin segera pulang dan memeluk guling, sekalinya pulang saya langsung tiduran di kasur buat menyenangkan hati saya pribadi LOL. Aneh? iya! tapi itu kenyataannya hmm… dan mungkin tidak banyak yang mengerti keadaan saya sehingga judge jelek sering saya terima. But it’s okay, they said and think that I’m shy, quite, spiritless because they don’t know me well…

Meski begini adanya, saya juga berharap suatu hari nanti saya tidak menjadi “pemalu” yang kata orang-orang itu. Saya bisa lebih terbuka pada siapapun untuk mengutarakan sesuatu. Someday insyaAllah, I need more time…

———————————————————————————————————————-
8:28pm
15 Maret 2018 – Kamis
@Bandung
Ketika relaxing sunday mornings list songs saya dengarkan sedangkan ini malam jumat LOL

Read Full Post »