Feeds:
Pos
Komentar

Archive for April, 2019

Bismillahirrahmanirrahim…

Sudah lama rasanya tidak menulis di sini ya, 2 bulan waww!. Setelah hari ini saya ikut lokakarya di Bandung Creative Hub oleh MDC, saya memutuskan untuk menulis di sini. Ingin berbagi juga, barangkali di sana (kamu, iya kamu, siapa pun itu), yang sedang dalam pencariannya ingin tahu “Boleh kah saya menggambar makhluk bernyawa?” dapat menemukan pandangan lain dari tulisan ini. Saya sama seperti kamu, yang dulu mencari-cari kebenaran yang padahal sudah benar-benar ada dihadapan mata…

Saya seorang penggambar. Penggambar makhluk bernyawa, manusia. Jika dilihat di wordpress ini, ada gambar manusia yang berhasil saya buat sebagai ilustrasi tulisan, meski terbilang saya masih pemula dalam menggambar. Saya juga tau, kalian Muslim para-penggambar-makhluk-bernyawa-lainnya juga pernah ditegur dengan hadits yang memang sering dibahas dalam beberapa kajian tentang haramnya menggambar mahkluk bernyawa. I know what you feel… *bro fist*

Dulu, saya pun abai akan hadits tersebut dan dengan ego saya sendiri menempatkan hawa nafsu yang pertama bahwa “Ah, boleh kok menggambar makhluk bernyawa kan niatnya ngga disembah juga”, itu kata saya dahulu. Bahkan saya juga sama seperti yang lain, mencari “pembenaran”, sehingga menggambar makhluk bernyawa ini memiliki dukungan agar tetap berlanjut. Namun, saya salah… Beberapa hari yang lalu, seseorang yang saya kira tak akan mengingatkan saya tentang haramnya menggambar muncul… men-capture hadits yang pernah saya baca itu… Dengan kata-kata yang baik, beliau menyampaikannya pada saya… Saya tertohok, bukan karena sosok siapa yang mengingatkan saya akan hal itu (lagi). Tapi, atas keputusan Allah ta’ala yang menunjukkan kembali jalan yang benar untuk saya melalui ucapan beliau… Hingga akhirnya, keputusan terakhir saya adalah ikut lokakarya yang hari ini terlaksana, saya akan benar-benar memutuskan apakah akan tetap menggambar makhluk bernyawa atau tidak sama sekali. Maka, saya melepas “pembenaran” yang sempat dijadikan dalil oleh saya untuk tetap menggambar makhluk bernyawa selama mengikuti lokakarya tersebut. Hingga, diakhir pematerian, saya memutuskan “Ya…. Aku mendengar dan aku taat. Saya berhenti menggambar manusia karena Allah ta’ala telah mengingatkan diri ini untuk benar-benar berhenti darinya”…. Sedih?… Iya… Saya harus menghapus folder foto berisi referensi gambar yang saya kumpulkan… Ditambah, project saya tahun ini mungkin akan berubah total… Tapi saya yakin, Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik.

Muslim itu bagaikan satu tubuh, kita saling bersatu dan menasehati satu sama lain. Sebenarnya, beberapa kawan saya sering mengingatkan saya untuk berhenti menggambar makhluk bernyawa saat kuliah dulu. Bahkan mengirimi video kajiannya. Hmm… care banget yak… Kami bersama nonton kajian itu dan akhirnya saya pun tidak menggambar cukup lama. Hingga saya membeli satu buku yang membahas tentang menggambar itu haram?!, Saya menemukan ada beberapa sampaian yang memang menyatakan bolehnya menggambar, dari situ saya mulai yakin untuk kembali menggambar makhluk bernyawa… Panjang perjalanan, saya terus dan terus latihan menggambar manusia, dari yang tidak bisa akhirnya bisa meski masih memerlukan jam terbang yang tinggi… Saya yang akhirnya bisa menggambar itu tentu harus berhenti sepenuhnya jika memutuskan untuk tidak mengambar makhluk bernyawa, kan? Tapi hey! Ingat, di dunia ini Allah tidak hanya menciptakan makhluk bernyawa! Allah juga menciptakan makhluk lain dan benda lain yang bisa kita jadikan objek gambar! begitu ucap diri ini dalam hati sebagai penyemangat…

Saya tau, tidak mudah untuk melepas apa yang sudah kita sukai, apa yang sudah menjadi kebiasaan kita kan? Coba simak kisah pada tulisan ini… Click here! Semoga kalian menjadi yakin, bahwa sebelum lahirnya kita ke dunia, ada kisah terdahulu yang menceritakan untuk melepas ego dan keuntungan pribadi demi menjalankan perintah Allah… Aturan yang Allah tetapkan bukan untuk mengekang kita tapi untuk melihat sejauh mana keta’atan kita terhadap Allah. Bahkan bukan hanya menggambar saja yang diatur oleh Allah, hal kecil seperti masuk kamar mandi dengan kaki kiri sambil berdoa, makan dengan tangan kanan dan berdoa pun juga diatur oleh Allah… untuk apa? untuk kebaikan kita pula… :’)

Pada slide terakhir lokakarya, ada kalimat “Jadi, masih mau menggambar?” kurang lebih seperti itu. Saya jawab dalam hati Oh tentu masih mau! Mungkin dari sini Allah ta’ala memberikan saya kesempatan untuk tidak hanya melihat dan terpaku pada satu objek gambar “manusia” saja, di sini lah saatnya saya memulai kembali dari awal untuk belajar menggambar objek lain… Saya tidak tau seberapa lama akan tiba saatnya menguasai teknik gambar objek lain… Tapi semoga saat itu segera tiba, hingga diri ini benar-benar lupa bagaimana caranya menggambar makhluk bernyawa…

Sekiannn.

Semoga Allah ta’ala sampaikan kita pada Ramadan tahun ini… dan memberkahi setiap waktunya…

Minggu || 28-April-2019
4:34PM
@Bandung, saat hujan mulai turun dan suara rintikannya begitu merdu

Read Full Post »