Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Uncategorized’ Category

Anak-Anak Dandelion

o-DANDELION-facebook.jpg

Bismillah…

Dulu dari Majalah Bobo saya pernah membaca sebuah cerita yang saya masih ingat bahkan hingga sekarang, yaitu tentang Ibu Dandelion yang melepaskan anak-anaknya untuk pergi mencari tempat tumbuh lain bagi mereka.

Ceritanya sangatlah singkat. Sebuah Dandelion hidup ditengah padang, hendak melepaskan anak-anaknya pergi. Diantara anak-anak tersebut ada yang sangat takut untuk mencoba terbang bersama angin. Anak dandelion ini sangat takut untuk lepas dari ibunya. Hingga sang ibu berkata, sudah tiba saatnya untuk sang anak mencari tempat tumbuh lain baginya, sudah merupakan takdir bagi anak-anak yang siap tumbuh untuk beranjak pergi dari tempat ia tumbuh bersama ibunya. Anak dandelion tersebut meragu, karena ia sama sekali tidak tau, darimana ia bisa tau bahwa tempatnya nanti adalah tempat terbaik baginya untuk tumbuh. Kemudian sang ibu dandelion meyakinkan anaknya tersebut bahwa angin akan terus menemaninya mencari tempat tumbuh yang terbaik baginya. Pada akhirnya, dengan keterpaksaan karena angin berhembus begitu kencang, anak dandelion berat hati terbang menjauh dari ibunya. Perjalanan ia lalui seperti seorang penjelajah, ia bertemu dengan kereta api dan temuan lainnya yang membuat ia tau bahwa dunia ini bukan sebatas tempat ia tumbuh di padang luas. Perjalanan akhir tersebut membuat anak dandelion menyadari, bahwa dandelion pasti akan selalu terbang bersama angin dan menemukan tempatnya tumbuh. Hingga saatnya nanti, anak dandelion beranjak menjadi ibu dandelion, ia pun akan melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan oleh ibunya. Melepaskan anak-anak dandelion untuk kembali mencari tempat tumbuh dan belajar dari perjalanan yang dilaluinya bersama hembusan angin.

Sejak saat saya membaca cerita itu, saya jadi “aware” (ciyyee aware~) jika ada dandelion yang terbang. Saya bantu dengan mengibas-ngibaskannya untuk kembali terbang lebih tinggi, atau sekedar saya tiup agar ia kembali terbang mencari tempat tumbuh terbaik baginya.

Tetapi… hikmah lain yang sebenarnya mengena adalah, bahwa pasti manusia akan melakukan hal yang sama pula. Ia harus pergi dari kenyamanan hidup bersama orang tua. Pergi ke suatu tempat untuk belajar banyak hal dari apa yang ditemuinya… sama seperti anak dandelion yang terbang bersama angin. Anak manusia akan terus melangkah menjauh pergi dari tempat asalnya, berhijrah… berpindah ke tempat lain… Selama perjalanan yang dilalui pasti akan ada halang melintang yang menjadikan itu ujian. Namun… ada Allah ta’ala yang tak pernah tidur mengurusi makhluk-Nya pasti akan membantu langkah itu untuk terus bergerak maju… Allah ta’ala tidak akan pernah membebankan sesuatu melebihi kemampuan hamba-Nya… sebagai seorang makhluk yang lemah kita pula tak bisa mengandalkan kemampuan sendiri…

Diri ini pun merasa masih harus terus ingat untuk mengandalkan ketentuan Allah ta’ala, berdoa dan berikhtiar… agar Allah ta’ala ridho… Siapa sih yang tidak ingin di cintai oleh Allah subhanahu wata’ala?

Suatu hari pun saya akan terbang pergi, ke tempat lain yang akan menjadi tempat tumbuh bagi saya menjadi pribadi yang baru… rasa khawatir? tentu hadir… Namun, saya yakin Allah ta’ala akan menolong saya dalam setiap urusan yang saya lakukan di mana pun  saya berada… InsyaAllah…


3:36 pm
Di asrama seorang teman @ Bandung
Ketika hujan yang turun belum mereda

Iklan

Read Full Post »

Bismillah…

7 Agustus kemarin, masih kulihat teman-teman satu departemen dengan wajah yang stress dan panik. Karena batas pengumpulan berkas untuk sidang tanggal 16 Agustus dimajukan menjadi tanggal 7.  Aku yang sedang duduk di dekat ruang departemen, memperhatikan wajah mereka satu persatu. Ada yang bahkan tak menyapaku, padahal biasanya ia menyapaku, sambil menjinjing banyak berkas di tas jinjingnya. Temanku yang lain bahkan membawa setumpuk buku yang belum sempat ia fotocopy bagian yang dikutipnya. Semua orang tampak sibuk kecuali aku yang sedang menanti dosen untuk bimbingan saat itu. Aku terlihat santai, iya… santai… bahkan terlampau santai. Karena aku yakin, Allah ta’ala akan mengizinkan aku ikut sidang di bulan Agustus ini. Meski bukan ditanggal 16 Agustus bersama puluhan orang lainnya.

Ah, ya. Mungkin aku akan rindu saat-saat ini. Saat di mana aku menunggu dosen selama tiga jam dan ketika bertemu sang dosen menjawab, “besok saja ya, masih ada kegiatan.” Yang artinya aku menunggu dengan berujung kepada kesia-siaan karena tidak bimbingan. Mungkin juga aku akan kangen ketika dosen berkomentar agak miring pada hasil penelitianku. Ya, itu karena aku kurang memahami. Aku yang salah… padahal banyak referensi sudah dibaca dan mulai dipahami ternyata… pemahaman yang aku tuangkan pun tetaplah salah… MasyaAllah… perjuangan seorang pelajar itu… seperti ini…

Lelah menunggu… lelah dikomentari… lelah dengan revisi… Ah ya Allah.. rasanya ingin sekali berteriak mengeluh sekuat-kuatnya. Sekencang-kencangnya. Memang hanya Allah ta’ala yang paling mengerti kondisi hamba-Nya. Hanya Allah ta’ala yang mampu menerima segala tangis dan keluhan yang senantiasa hadir sambil berdoa mengharap pada-Nya.

Tau kah? Aku pribadi merasa… setiap kali dosen tersenyum ketika bimbingan, saat itulah aku juga turut bahagia. Meski ada coretan, meski ada sedikit kata-kata yang agak nyelekit itu tak mengapa. Karena senyuman itu mendukung diri ini untuk menjadi optimis pula. Jika sang dosen tak tersenyum. Biarlah diri ini yang tersenyum menanggapi. Sudah cukup banyak pula mungkin, pekerjaan yang beliau harus kerjakan, ditambah lagi beban melihat mahasiswanya yang cemberut. Tak enak juga lihat orang lain cemberut, ya?

Aku belajar dari seorang teman yang mungkin dia tak sadari, bahwa senyumnya telah menyelamatkan aku. Saat itu dia menyapaku, dia yang biasanya tidak pernah tersenyum pada siapa pun. Tiba-tiba tersenyum sambil menyapaku. Menanyakan bagaimana  kondisi diriku. Ia tersenyum. MasyaAllah… senyum terindah yang aku dapat lihat pada hari itu. Hingga aku mengucap syukur pada Allah ta’ala telah membuatku bahagia meski sekedar dari senyuman rekah seorang temanku itu… masyaAllah… masyaAllah… hingga saat itu aku ingin juga melakukan hal yang sama pada siapa pun ketika berjumpa… Rasulullah shallallahu alaihi wasalam memang benar, bahwa tersenyum kepada saudaramu adalah sedekah. Aku berbahagia dengan senyuman yang diberikan orang lain padaku.

InsyaAllah, 30 Agustus nanti aku akan di sidang. Sidang pendadaran. Iya, sidang skripsi. Skripsi ku adalah skripsi tertipis, haha… namun, yang aku harapkan, skripsi yang telah aku kerjakan adalah skripsi jujur apa adanya. Bukanlah sebuah manipulasi… Aku yakin, akan banyak komentar bermunculan terkait skripsiku ini… namun, hanya Allah ta’ala yang akan membantuku menjalaninya.

Senyum yang membahagiakan… aku ingin sekali, ketika aku tersenyum, orang lain pun ikut bersama tersenyum bahagia. Aku ingin sekali orang lain juga tersenyum kepada yang lain.

Terkadang hati selalu menduakan Allah ta’ala… padahal kunci kesuksesan bukan berada pada dosen pembimbing, bukan pula nilai yang tertera, bukan pula koneksi teman, bukan pula kepintaran… namun kesuksesan diraih karena Allah ta’ala… Ya… carilah keridhoan Allah din… gapailah… karena cita-cita terbesar seorang muslim adalah melihat wajah Allah ta’ala… melihat wajah penciptanya yang peduli kepadanya dan tak putus memberikan nikmat sampai ia mati. Allah ta’ala yang harus selalu kau ingat din… Allah ta’ala yang harusnya kau cari keridhoan-Nya…

Ya Allah… Ya Rabb… maafkan makhluk-Mu yang selalu lupa. Selalu banyak masalah dan dosa…  Ingatkanlah selalu diri ini Ya Rabb… akan senantiasa bersyukur, bersabar dan sholat…

Temanku yang akan merayakan kebahagiannya esok hari dengan acara wisuda. Semuanya aku harap berbahagia… Alhamdulillah… Allah mencatatkan jalan hidup manusia dengan sebaik-baiknya, sehingga kitalah yang perlu berprasangka baik pada apa yang Allah pilihkan… apa yang telah Allah ta’ala pilih…


3:13 pm
21 Agustus 2017
Di Kossan sendiri untuk terakhir kalinya(?)

Read Full Post »

Bismillah…

Judulnya sok asyik gitu ya hahaha 🙂 karena saya merasa asyik bisa nulis lagi di sini setelah lama tidak menanggapi challenge Nulis Random 2017. Awalnya semangat sih, tapi… akhirnya malah jadi kayak menikmati “libur” sementara ahhaha~

Kita yang berjuang. Kita? “Lo aja kali guwe enggak~” jadi inget dulu ada yang sering dijawab gitu kalau ada kata “Kita” yang terucap, kapan ya? SMP? SMA? lupa lah sayaa~ tapi rasanya jawaban itu kurang tepat jika dijawab oleh yang sama-sama mahasiswa akhir. Karena mahasiswa akhir lagi berjuang mengerjakan skripsi. Tersumak eeeh termasuk saya 🙂

Saya lagi berjuang niiih. Kamu juga kan?? iya kamu yang lagi baca tulisan iniih, kita sama-sama berjuang saat ini dan mencoba untuk mengalahkan rasa malas dan menunda itu.

Ah, saya baru sadar akhir-akhir ini kalau jadi deadliner itu ngga baik. Enak sih bisa santai di awal dan menunda-nunda, tapi di akhir capek banget. Eh saya deadliner bukan ya saat ini? kok kayak iya yaaa ngga koook X”3 tidaaaakkkk tidaaaaaaaaakkkkk *ngetik ini sambil geleng-geleng seriussssann* karena saya masihmengerjakan dengan penuh semangat saat iniii… godaan “nanti aja diiin” itu sering muncul, tapi seiring saya melihat teman yang juga sedang mengerjakan skripsweet dengan penuh semangat dan perjuangan mental baja tulang besi kaki kawat(?) saya jadi terinspirasi super pooolll. Apalagi kalau udah ada yang lulus sidang waaah waaaah waaahhhh semakin ingin cepat-cepat merasakan berdiri dihadapan dosen dan merasakan degdegan jelasin hasil penelitian yang mirip seperti nunggu hasil SNMPTN ahahhaha X”3 (akhir-akhir ini udah ngga pernah rasain degdegan pengumuman sih, jadi kangen LOL~)

Kamu! Iya kamu! yang lagi males yang lagi nunda! huh! Ingat! skripsi yang baik adalah skripsi yang selesai kata Pak Anies Baswedan dan itu bener banget! Kalau saya sih melawan malas dan menunda itu dengan pergi dari kamar koss… ke perpus contohnya, jadi bisa lebih semangat gituuuh…. dan lagi kalau saya ke perpus adaaa ajaa yang nyapa, “eh adin!” :’3 terus patanya-tanya “udah sampai mana?” meski saya ngga pernah nanya itu, karena jujur, ngga enak nanyanya. Saya yang juga sering ditanya begitu, ngga enak jawabnya, khawatir yang nanya pace-nya masih jauh dari saya 😦 kalau saya mah sih it’s okay~ kalau denger temen udah jauh, karena kapasitas saya memang berbeda dengan doi, ya kann? saya mah sering nanya-nya, “target sidang kapan?” biar dia inget tuh kapan kudu mempersiapkan diri. Eitsss, memang sih ada beberapa orang yang terkesan “basa-basi” kalau nanya “skripsi udah sampai mana?” ah, semakin bertambah usia saya, semakin saya bisa membaca gesture seseorang yah hmmm… semoga bukan terkesan suudzon sih, but that is common gesture yang orang lain pun kayaknya masih bisa deh baca makna sebenarnya dari gesture yang ditunjukkan.

Kalau ada yang nanya begitu, jawab aja, kadang sih saya lihat dulu orangnya kayak apa, kalau dia bakalan respon prihatin ya saya cuma senyumin dan bilang “hmmm… sampai mana yaaa heuu~ masih segitu aja sih…” padahal udah sampai mana ciikk wkkwkwk~

Kembali lagi deh ke bahasan deadliner. Ternyata yah! enakan ngga jadi deadliner! istirahatnya bisa lebih cepet! pokoknya saya ngga mau ah jadi pemalas 😦 apalagi mahasiswa akhir tuh salah satu pantangannya malas ngerjain skripsi malah nonton drakor. Drakor atau anime itu godaan ya? iya godaan, kata temen sayah Enung waktu ngobrol depan ruang jurusan nunggu Pak Nia.

Akhir kata (eh ini kita akhiri saja ya, saya mau lanjut aktivitas lain lagi hahaha~). “Success is from Allah alone. So, go towards Allah and Allah will bring you closer to success” InsyaAllah akan menulis lagi jika saatnya tiba bagi saya untuk berkeinginan nulis di wordpress kesayangan iniiii~ :’3

Berjuanglah kita mahasiswa akhirr. Berjuanglah. Jadikan segala tujuan hanyalah karena Allah supaya jadi ibadah 🙂

=====================================

Bandung, 18 Juli 2017
Ketika laptop jadi teman setia. Kasian dia capek. Semoga kamu kuat ya menemani sampai lulusnya bahkan sampai nanti…

Read Full Post »

When I Fall In Love

Bismillah…

Ciye banget judulnya hahaha 🙂 and yeah, love is normal… semua orang pun pasti pernah merasakan namanya jatuh cinta. Jika bukan pada manusia bisa jadi dirasakan pada sesuatu yang lain. Seperti benda atau tumbuhan atau suasana alam. Mungkin saja. Saya tidak tahu 🙂

Kalau saya? Tentu pernah dong. Teman saya @InggridWandana yang tau bagaimana saya dulu pernah suka pada seseorang di masa SMA. Betapa banyaknya rahasia antara saya dan Inggrid masih tersimpan begitu rapat dalam dada kami. Hanya Allah ta’ala yang tau betapa dulu saya dan Inggrid berbagi cerita tentang rasa dan asa. Inggrid adalah sahabat saya hingga sekarang, Alhamdulillah 🙂

Beberapa orang mengatakan, suka dan jatuh cinta juga kagum itu 3 perasaan yang berbeda. Saya yakin pun begitu. Jatuh cinta itu memang membuat mabuk? Iya mabuk. Segala apapun yang dilakukan doi, selalu baik di mata orang yang jatuh cinta, iya atau tidak? Hahhaha… 2 pantun pernah saya baca di buku novel remaja dulu. Jika cinta sudah melekat, tahi kucing rasa alpukat. Jika cinta sudah terpatri, kentut pun wangi stroberi. Jorok sih. Tapi bener. Saya saja sampai tertawa membaca pantun itu hahaha :)) Itulah kenapa menasihati saudara kita yang jatuh cinta itu sulit, soalnya ya gitu… tahi kucing rasa alpukat, dia udah dibuat mabuk sama doi.

Kalau saya? Jujur, saya pribadi paling menghindari dengan yang namanya jatuh cinta. Takut. Jujur saya takut. Perasaan degdegan yang ngga penting itu selalu datang ketika doi tiba-tiba menghubungi berasa apa gituh ya(padahal mah orangnya diujung sana biasa aja kali). Ya Allah, rasanya dosa banget punya perasaan suka dan cinta sama seseorang tuh. Tapi ya… sekali lagi, itu normal… dan semoga takutnya saya untuk jatuh cinta pun adalah normal :’)

Saya belum pernah sih sampai jatuh ke lubang pacaran. Alhamdulillah. Kenapa lubang? Karena dalamnya gelap banget. Sekalinya terjurumus bisa jadi lebih dalaaammmmm lagiiii tenggelam. Tapi, Insya Allah selalu ada jalan bagi dirimu yang mau berubah kok :’)

Dirimu pernah jatuh cinta? Ceritakan dong di kotak komentar :’) anonim juga boleh hahaha :))

Saya pernah baca tulisan yang super bagus banget yaitu Aku Mencintaimu Utuh Tak Tersentuh, sampai saya buat cerpennya juga karena saking super bagus pisan itu tulisan buat anak SMA yang lagi jatuh cinta hehhe, saya sampai print juga dan kasih lihat ke teman-teman SMA saya dulu. Semoga mereka masih ingat isi tulisan itu. Intinya cobalah untuk tidak mengumbar rasa yang entah berlabuh di mana kelak. Mungkin saja orang yang dicinta itu tak membersamai dalam mahligai kehidupan. (Iya din makhluk megane 2D itu ngga akan pernah membersamai mu :’) ) Karena jodoh itu seperti kematian yang kita tidak tau kapan ia akan datang mengetuk pintu rumah dan dengan sopannya meminta izin pada sang pemilik rumah, hehe… dan lagi temans, kita tidak tau yang mana yang akan datang duluan. Pernikahan ataukah kematian kan? Hmmmm…

Tau kah? Jatuh cinta itu super menyiksa. SUPER! Doi cuma kirim pengingat aja, udah baper (bawa perasaan) udah mikir jauh ke mana-mana. Doi nge-like status wanita lain aja, cemburunya udah kebangetan (padahal doi bukan syapah syapah plis~), doi update pengingat aja rasa udah berbunga-bunga padahal itu mah cuma #self_reminder untuk dia, eh kitanya udah GR. Waduuuuh waduuuuuh hati udah siaga 1, hampir meledak tapi masih ditahan heheh. Apalagi kalau udah dihadapkan sama oppa-oppa gitu, meski umur udah disebut noona, manggil cowok korea jadi oppa semua gegara di Sunda mah ke yang muda juga manggil Aa atau Akang, aigoo~ :3

Tulisan ini bukan mengajak untuk stop jatuh cinta, seperti yang sudah saya katakan itu normal meski kadang ada sebagian orang berlebihan menyikapinya sampai-sampai berpacaran dianggap salah satu bukti “cinta” padahal isinya mah hawa nafsu doang 😦 Kalau beneran cinta mah datangi Orangtuanya langsung Teteh… Akang… Nikah deh sampai punya keturunan yang membanggakan Rasullullah karena ummatnya ada banyak kelak ❤ Saya pun pernah jatuh cinta, hampir pula berpacaran. Tapi, Allah berkehendak lain, hingga memperlihatkan pada saya siapa laki-laki itu sebenarnya hingga saya tau pada akhirnya. Saat saya menyukainya, semuanya serasa ada dibalik tabir, saya tidak melihat adanya sesuatu yang lain kecuali kebaikan pada dirinya. Yah, itulah jatuh cinta girls. Dibuat mabuk 🙂 Kamu yang tau pasti perasaan yang hinggap di hati mu itu. Apakah jatuh cinta ini kelalaian? Karena diri terlalu disibukkan oleh perasaan, bukannya mengingat Allah ta’ala, ya… mungkin saja… :’)

Ah ya, dirimu masihlah muda. Nikmatilah hidup ini, sibukkan diri menuntut ilmu. Baik di majelis ilmu mau pun lewat buku. By the way, tulisan ini pun jadi self reminder saya juga. Karena saya paling sering scroll baca tulisan terdahulu di wordpress saya ini daaannn merasa lucu karena tulisan saya yang dulu berasa masih kanak-kanak hahaha :))

Dirimu yang sedang jatuh cinta. Virus Merah Jambu itu merambat kuat hingga membuatmu mabuk cinta. Duhai, semoga dirimu temukan bahwa cinta pada Allah ta’ala adalah yang terpenting. Cinta pada manusia seringkali buat kecewa di hati apalagi pada seseorang yang belum pasti. Hanya Allah ta’ala yang memberikan jaminan keselamatan dunia akhirat. Semoga diri ini tersadarkan bahwa hidup akan baik-baik saja tanpa pacaran. Aktivitas pacaran yuk hentikanlah. Lebih baik perbaiki diri kearah positif yang membuat bangga. Untuk dirimu yang belum pernah pacaran dan berkomitmen untuk tidak pacaran. Semoga istiqomah 🙂

Purwakarta

21 Mei 2017

8:16pm

Ketika keluarga berkumpul, itu adalah kebahagian pula 🙂

Read Full Post »

Puisi Tanpa Judul

002

Jika hidup ibarat tanah, maka tak indah jika tak ada tanaman. Diriku kan gersang, tanpa hadirnya ia yang datang menorehkan cerita.

Ia memang tak sering muncul menyapaku, hanya akhir-akhir ini saja ku mulai merangkai cerita dengannya…
Seperti yang lainnya ia biasa saja, tak ada yang istimewa…
Detik demi detik ceritaku bertambah… ia semakin ku kenal. Ia tak sebeku es lagi, tak sedingin angin malam beriring hujan.
Ia mulai bercerita, bahwa ia ingin bercerita pada seseorang yang ingin mendengarnya tanpa ia undang.
Ia ingin berbagi pada seseorang yang datang tanpa ia pikir sebelumnya.
Ia tak suka bercerita, ia penyimpan rahasia, tapi tak semua cerita harus ia simpan… karena ia butuh berbagi kisah…
dan ia datang menyapaku, hingga tak bisa ku hitung berapa kali ia menyapaku akhir ini…
Ia tak merindu, namun ia ingin dirindu… ahhh sudahlah.
yang jelas ia bukan orang asing dan biasa lagi bagiku. Ia sahabat lamaku yang menjadi orang baru
BY E.R.F

——————————————————————————

:: Behind the (poem) story ::
Masihlah diri ini ada di Sumedang saat itu. 2 April 2017. Merasa kesepian karena tak ada yang bisa diajak bicara selain suara hati. Tiba-tiba seorang teman nan baik hati muncul dengan sebuah pernyataan bahwa ia kangen. Aku sambut pernyataan itu, aku jawab seakan dia benar-benar sedang menyapaku. Aku rasa, itulah caranya mencoba menarik diriku dari kesepian (haha). Aku mengobrol dengannya melalui chatting, tidaklah kami bertatap muka. Ku katakan padanya untuk membuatkan satu puisi sebagai bukti bahwa dia benar-benar kangen (haha). Satu teman ini memang terlalu baik, hingga rela menyisakan waktunya membuat puisi diatas. Terima kasih, meski kata ini terlampau telat untuk diucapkan 🙂

Read Full Post »

Musim Gugur Telah Datang!

Bismillah,

tumblr_nsqnvhkocs1rv4wc4o1_1280

“Musim Gugur Telah Datang!” itulah yang ingin sekali saya katakan, jika saya berada di negara yang tengah merayakan kedatangan pergantian warna daun itu. Sayangnya, saya tidak berada di negara yang bermusim gugur, tapi rasanya senang ikut merasakan kehadirannya, meski melalui jepretan foto dari orang-orang yang tidak saya ketahui.

Musim gugur, kenapa ya, indah sekali?

Kenapa menjadi musim yang saya sukai meski saya pun belum pernah merasakannya sekali pun? Karena seringkali fotografer di luar sana menyajikan keindahan musim gugur lewat jepretan kamera milik mereka. Seakan musim gugur turut bergaya dalam senandung “klik klik klik” yang dinyanyikan kamera itu.

Musim gugur, kenapa ya, indah sekali?

Rasanya sudah dari dulu mengagumi film dengan setting tempat musim gugur, salah satunya adalah The Odd Life of Timothy Green, di tambah lagi alur cerita yang disajikan luar biasa membuat saya terhanyut dalam film. Angin musim gugur yang kencang. Cahaya matahari yang jingga, seakan dia lah yang bekerjasama dengan pepohonan mewarnai dedaunan hingga menjadi jingga pula. Tak lupa, hujan yang senantiasa datang, menitikkan airnya seperti memberikan daun jingga itu kesempatan untuk bisa merasakan air ketika ia masih berada pada ranting.

Musim gugur, bisa kah kita bertemu?

Musim gugur, hanya Allah ta’ala berikan kesempatannya pada sebagian negara di dunia. Agar bumi yang kita pijaki ini masih bisa dipijaki hingga Allah menetapkan kiranya kapan ia harus berhenti berputar. Ada kah kiranya waktu untuk saya bisa memijaki negara yang memiliki musim gugur? Sebelum kiranya saya berada di bawah tanah tanpa pernah melihat indahnya jingga dedaunan dari satu bukit dikejauhan? Dari jalanan yang di payungi daun berguguran?

Musim gugur, bisa kah aku datang menemuimu?

We’ve been so far away. I doubt that I could see you. I hope the day will come, when you already to meet my feet touch your ground that covered by leaves. When I’m ready to see you smiled at me through the leaves that fly from its branches. Then, I would say, “Autumn has arrived.”

tumblr_notyh8vcy41rza3wxo1_1280

10.11 pm

Purwakarta

Read Full Post »

Coba, Pertama Kali

Bismillahirrahmanirrahim

Ketika yang lain tertawa dan tangan masih sibuk mengetik

Tugas belum terselesaikan

Alhamdulillah, Allah ta’ala memberi kekuatan

Sampai saat ini

Semoga terlaksana dengan lancar

Ketika hati menguat

Aku baik-baik saja

Aku baik-baik saja di sini

Sambil terus berharap terus baik-baik saja

Tau kah?

Diriku ikut tertawa

Bersama lainnya

Ya Rabb

Kuatkanlah hati ini agar tidak lagi melemah

Bersedih untuk hal yang tidak perlu lagi

=========================

Senin, 13 Juni 2016

9 Ramadan 1437 H

8:37 pm

Subang

 

Read Full Post »

Older Posts »