Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Juni, 2013

Dilanda Bosan

waktu Teh Indri nanya “udah pada libur belum?” saya jawab “udah jadi pengangguran sekarang :’)”
memang bener bangeeet! saya jadi pengangguran selama beberapa bulan, dan semoga aja nggak bikin males -___-; uaduh bisa gawat kalau gituu-__-‘ dan setiap hari adalah hari libur bagi saya.
1. nggak ngapa-ngapain *nggak ngerjain tugas yang berat berat kayak ngangkat kulkas misalnya*
2. nyantai
3. nggak ada PR meski ada tugas dari banyak Kabid di PKh-_- *beuuh
4. tidur
5. makan
6. baca
7. jalan
8. bernafas normal *tarik ulur tarik ulur(?)*

cuma itu yang saya lakukan berulang ulang selama jadi pengangguran terselubung-_- saya butuh kerjaan, sesuatu apapun itu asalkan bermanfaat bagi sesama manusia~ hohooo~ *ciee *keprok3x*
1. jadi pegawai toko buku AA *mau*
2. jadi guru SLB sementara *mau bangeet~*
3. jadi pencuci piring di warung pecel lele *hmmm mau deh~*
4. jadi pengawas singa di ragunan *weeee kece~ mau~*

agak gak normal sih-__-; apa lagi point ke empat beuuh-_-;
kalau gitu #okesipp #bye~

Iklan

Read Full Post »

..saya mau, sendirian dalam sehari..

Dan entah apakah saya harus merasa senang atau tidak saat hape saya mati-__-; antara senang nggak senang gituu-_-
Senang karena saya nggak usah beli-beli pulsa lagii :”3
Nggak senang karena kalau Teh Afifah ngasih tau info PKh saya malah nggak tau=_=;

Dengan matinya hape kesayangan saya itu saya merasa plong dengan segala sesuatunya hohooo~ :v aneh sih, tapi bener deh kayak ada yang “plong plong ploong” gituu dihadapan saya #weird #baka

Kemudian, saya rasa… Saya sama sekali tidak membutuhkan teman._.’ hanya ada nya wordpress ini saja sudah cukup kook.. nggak perlu punya teman banyak banyak 🙂 yang penting mengetik apapun sesuka hati disini…

Tapi, pengen siih punya teman yang solehah, biar saya bisa terbawa menuju kebaikan :”> tapi sayangnya saya belum menemukannya bahkan sampai sekarang :”> #whyyywhyy Kalau punya teman yang solehah ituuu..saya nggak akan pernah mau sendirian, saya ingin terus bersamanya mengikuti majelis ilmu :”> haaaaa~ persahabatan yang indah pasti nyaaa…

Oke jadi ngelantur-__-;
pokoknya sendiri dalam sehari itu asik bagi diri saya yang belum memiliki teman yang “hakiki” (?) :’v
oke byeeee~ :”D

Read Full Post »

Siapa Yang Tau

Tidak ada satupun yang tau. Tidak. Tidak ada. Kecuali Allah سبحانه و تعالى
Yang Kekuasaan-Nya melebihi pengetahuan kita.
Awalnya cita-cita saya menjadi seorang Dokter dan Penulis.
Pada akhirnya, saya akan menjadi seorang Guru SLB yang Insyaa Allah terus istiqomah mendidik anak-anak berkebutuhan khusus.
Sebuah panggilan hati yang luar biasa bagi saya sendiri.
Menjadi seorang Guru SLB adalah hal yang spesial, begitu banyak orang yang berkata pada saya, “harus sabar ya kalau jadi Guru SLB” dan saya hanya balas tersenyum.
Siapa yang tau. Tidak satu pun. Mungkin saya belum sempat menjadi seorang Guru SLB. atau mungkin saya menjadi Kepala Sekolah SLB. Siapa yang tau? Hanya Allah سبحانه و تعالى 🙂

Read Full Post »

IDE PLEASE DATANG

Banyak cerpen yang sudah saya buat tapi nggak rampung-rampung juga-_- rasanya masih punya utang sama buku ide itu D”X
dan bangga nya cerpen yang saya beri judul “Salma & Salman” sudah rampung hanya dalam satu hari :”D Alhamdulillah :”D #banggabanggaaaa Biasanya bikin cerpen paling banter 3 hari itupun diseling beberapa hal yang harus saya lakukan.
Pengennya langsung saya posting cerpen Salma & Salman nya, tapi ternyata, cerpen itu lebih dari 5 halaman=_= #okesipp jadi pasti pegel juga tuuh kalau baca cerpen buatan saya yang satu itu -___- Baca Lanjutannyaaaaa >>

Read Full Post »

Kacamata

Rintik hujanlah yang menggiring cerita tentangmu kepadaku.

Kisah pria berkacamata bingkai warna tanah.

Yang hanya bisa kulihat dari kejauhan.

Angin hujan berbisik, kau di ujung sana sedang termenung memandangi langit dengan kacamata mu yang lensanya mulai berembun.

Dengan wajah yang tertekuk memikirkan sesuatu yang aku dan hujan tak tau.

Seketika.

Seperti senyum mu yang berkembang, hujan mulai reda dengan sedikit gerimis yang masih menghiasi langit senja itu.

Sinar matahari mulai mengintip dari balik awan hitam.

Saat itulah kacamatamu berkilau disusul sinaran matamu yang girang karena kau bisa melangkah pulang dari tempatmu berdiri.

Pelangi, dengan ketujuh warna yang dia miliki.

Aku titipkan satu warnaku untukmu, yang kian berjalan menjauh.

Pandanganku mengekor pada jejak-jejak kaki mu yang hanya bisa telihat oleh mataku.

Maka hujan tak akan membawa kisah yang sama tentang mu esok hari.

Hanya hari ini dan untuk hari ini kisah mu diarak oleh rintik hujan yang kini berhenti selaras dengan langkah kaki dari sepatu olahraga milik pria berkacamata seperti dirimu.

Akankah esok hari hujan menjebak kita dalam kisah yang seperti ini lagi?

Read Full Post »

The_gate_by_cidaq

Gerbang, aku melewatinya dengan penuh rasa khawatir dahulu.

Kaki yang gemetar, tangan yang dingin dan hampir membeku di musim kemarau saat itu.

Keringat dingin sebesar biji padi mengucur di dahi ku yang otaknya berpikir dan berpikir tak henti henti, kaki mana yang pantas aku langkahkan pertama kali.

Kemana akan berlari setelah gerbang ini telah aku lalui dengan langkah ketakutan dan risau?

Kemana akan aku tempuh jalan setelah berputar berguling dan menangis sejadi-jadinya di balik gerbang itu?

Kemarin, aku cekik perasaan takutku dengan tangan kurus kering ku.

Namun, rasa takut itu berbalik mencoba membunuhku.

Kemarin lusa, aku menelungkupkan wajahku.

Menangis tersedu dihadapan gerbang saksi bisu.

Gerbang, itu saja.

Itu saja yang aku pikirkan.

Gerbang itu.

Itu saja.

Yang Kemarin. Kemarin Lusa.

Membuat aku terkapar ketakutan sebelum sempat melangkahkan kaki menujunya.

Read Full Post »