Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Islam’ Category

Cambuk Semangat

Al-Imam As-Syafi’i rahimahullah berkata :

Ketinggian diraih berdasarkan ukuran kerja keras…

Barang siapa yang ingin meraih

puncak maka dia akan begadang

Barang siapa yang mengharap

ketinggian/ kemuliaan tanpa rasa letih…

Maka sesungguhnya ia hanya menghabiskan usianya untuk meraih sesuatu yang mustahil…

Engkau mengharapkan kejayaan

lantas di malam hari hanya tidur aja??

Orang yang yang mencari mutiara harus menyelam di lautan…

Diantara kita ada yang berangan-angan dan berkata :

“Saya ingin bisa menjadi dermawan seperti si fulan…”,

“Saya ingin bisa menghafalkan al-Qur’an seperti si fulan…”,

“Saya ingin berilmu seperti syaikh/ustadz fulan…”,

“Saya ingin berhasil seperti si fulan…”

Akan tetapi jika hanya berkata dan berangan-angan tanpa usaha maka anak kecil berusia 3 atau 4 tahun pun bisa…, kalau hanya mimpi siapapun bisa.

Tapi yang tidak semuanya bisa adalah mewujudkan angan-angan dengan usaha maksimal serta semangat tinggi !!!

tentunya setelah disertai doa kepadaNya dan taufiq dariNya…

_Via Ustadz Firanda Andirja_ ((Muslim.Or.Id Facebook)

Semoga apa yang dikatakan oleh Al-Imam As-Syafi’i rahimahullah menjadi cambuk semangat bagi kita yang tengah malas melakukan segala pekerjaan, inginnya tidur terus, bahkan sampai malas angkat badan dari tempat tidur.

Kemalasan memang selalu datang pada diri manusia, tinggal kita yang berusaha melawannya atau mengurangi nya meski sedikit.

Dalam diri kita kadang kemalasan membuat kita menjadi tidak produktif, malas mengerjakan tugas, malas belajar, malas pergi ke tempat kuliah. Untung saja tidak malas bernafas, kan bahaya tuh akibatnya, wuhehee.

Coba deh bikin tulisan “Malas = Menunda Keberhasilan” atau “Kematian Akan Datang Tak Lama Kemudian. Malas Bukanlah Solusi Meraih Cinta-Nya” atau mungkin buatlah tulisan yang sumbernya dari ayat Al-Quran atau Hadits kemudian tulisan itu ditempel di dinding kamar. Mungkin ini hal yang klasik dan sederhana, namun bukan berarti tidak akan ada perubahan meski tulisan itu telah lusuh nantinya. Sejalannya waktu disaat kita mulai malas, lihatlah tulisan itu kembali dan renungkan.

Mungkin selain hal diatas yang bisa kita lakukan adalah mencari teman yang bisa membawa kita lebih bersemangat setiap harinya. Pilih-pilih teman memang tidak boleh. Tapi mencari dan berkawan dengan teman yang baik boleh kan? malah akan lebih baik lagi. Misalnya, kamu hendak menghapalkan Al-Quran maka salah satu cambuk semangatnya adalah berkawan dengan teman-teman yang seperjuangan, yang sama-sama sedang menghapalkan AL-Quran. Hingga akhirnya kamu bersemangat untuk menambah hapalanmu. Dan satu samalain saling mendukung.

Kemalasan selalu hadir. Tapi ingatlah, bahwa syetan bahkan tak henti-hentinya menggoda kita hingga waktu yang telah ditentukan oleh Allah. Dimanapun, kapanpun, syetan akan terus menerus menjerumuskan kita kepada maksiat. Malas beribadah. Jangan sampai hal itu terjadi.
Mari bersama-sama bangkitkan semangat kita. Mencari cambuk semangat dikala rasa malas mulai hadir. Karena cambuk semangat tidaklah terasa sakit lecutannya ditubuh. Efeknya akan terasa dalam diri yang mulai menyadari bahwa diam tanpa bekerja tidak akan menghasilkan apapun.
SEMANGAT
がんばってよ!
You can do it!

Iklan

Read Full Post »

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ
“Allah, Ia-lah yang menurunkan Kitab dengan kebenaran, dan juga neraca (keadilan)…”
-QS Asy Syuuraa (Musyawarah) surat ke 42 ayat ke 17-

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Alhamdulillah, dalam kesempatan ini saya akan membagikan sebuah ilmu yang saya dapat dari Ua (kakak dari Bapak saya) melalui sebuah tulisan yang dia berikan. Maka akan saya sebarkan lagi ilmunya, yang pasti sangat bemanfaat bagi kita semua.

Al Qur’an diturunkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala melalui Nabi Muhammad Shalallahu A’laihi Wa sallam
yang “ummi” (buta huruf). Ia dilahirkan di jazirah Arab, dan hidup tengah-tengah kaum yang terbelakang peradabannya. Al Qur’an diturunkan selama 22 tahun, 2 bulan dan 22 hari.

Seperti diketahui, seringkali Al Qur’an turun secara spontan, guna menjawab berbagai pertanyaan atau mengomentari suatu peristiwa. Misalnya: Pertanyaan orang Yahudi tentang ruh. Pertanyaan ini kemudian dijawab secara langsung. Namun demikian, setelah rampung diturunkan dan disusun, kemudian dilakukan analisa serta perhitungan terhadap catatan redaksinya, dan daripadanyalah seringkali ditemukan hal-hal yang sangat menakjubkan. Ditemukan adanya keseimbangan yang sangat serasi antara kata-kata yang digunakan, seperti keserasian, atau jumlah dua kata yang bertolak belakang.

Anda bisa bayangkan, Al Qur’an diturunkan secara sepotong-sepotong dan spontan, di tempat yang berlainan dalam waktu yang relatif panjang. Al Qur’an terdiri dari 144 surat dan 77.493 kata, serta diturunkan melalui orang yang tidak bisa membaca dan menulis saat itu. Namun, ditemukan banyak hal-hal mengejutkan. Contoh: dua kata yang sepadan dalam jumlah yang sama dan seimbang. Kata-kata yang berlawanan arti juga ditemukan dalam jumlah yang seimbang. Hanya “Sesuatu” yang Maha Dahsyat yang mampu melakukan hal ini, Zat yang sangat tinggi ilmunya dan sangat luar biasa ketelitiannya. Dan dibuat serta disusun lebih dari seribu tahun lalu.
Baca Selengkapnya

Read Full Post »